Jenis-Jenis Kandang Kucing


Pertanianku – Kandang yang terbaik adalah kandang yang sesuai dengan lingkungannya. Jika lahan di sekitar rumah kosong atau luas, bisa juga membuat kandang yang luas dengan bentuk yang beraneka ragam dan unik. Hal yang penting adalah sirkulasi udara dan cahayanya baik untuk kucing.

Jenis

Ada dua jenis kandang, yakni kandang outdoor dan indoor. Yang dimaksud kandang outdoor (rumah kucing) adalah bangunan permanen atau semipermanen tempat merawat semua kucing. Selain rumah kucing, sebaiknya menyediakan kandang indoor. Kandang tersebut diletakkan di dalam ruangan. Berikut beberapa Jenis Kandang Kucing

  • Kandang outdoor

Kandang outdoor merupakan tempat induk melangsungkan perkawinan, kucing anakan/remaja, dan tempat bermain. Anak-anak kucing bebas berkeliaran di ruangan yang memang disediakan untuk arena bermainnya. Konstruksi dan luas rumah kucing harus direncanakan, sesuai dengan kapasitas kucing yang dipelihara. Perhitungan tersebut sudah mencakup seluruh populasi, termasuk induk dan anakanaknya kelak.

Rumah kucing disekat menjadi beberapa ruangan yang masing-masing dihuni berdasarkan umurnya. Misalnya, pejantan dan induk diletakkan di tempat terpisah. Begitu pula dengan ruangan untuk anak kucing. Disediakan ruangan untuk bermain dan melakukan aktivitas lainnya, selain ruangan istirahat. Tujuannya agar kucing dapat bermain dan bergerak dengan leluasa. Begitu lelah, kucing bisa beristirahat di kandangnya dengan aman dan nyaman.

Konstruksi rumah kucing dapat berupa dinding bata atau berkerangka kayu dengan dilengkapi kawat ram. Atap kandang sebaiknya berbahan genting karena bisa menyerap panas. Bahan asbes dapat menyebabkan ruangan panas. Di dalam bangunan itu dibagi dalam beberapa bagian. Salah satu bagiannya dibiarkan semi terbuka dengan dipasangi kawat ram. Tujuannya untuk memberikan kesempatan udara dan sinar matahari masuk agar ruangan tidak lembap. Lantai rumah kucing sebaiknya terbuat dari keramik supaya mudah dibersihkan.

  • Kandang indoor

Kandang indoor penting untuk mendukung proses kehamilan dan menyusui. Untuk kucing hamil, penggunaannya bertujuannya dalam menekan tingkat keguguran. Adapun untuk kucing menyusui, penggunaanya bertujuan mendekatkan si induk dengan anak-anaknya sehingga mudah untuk disusuinya dan induk tidak kabur ke mana-mana. Hal ini karena ada induk yang tidak pintar menyusui anaknya, bahkan tidak bisa merawat anaknya.

Ukuran kandang berbeda-beda, tergantung jumlah dan umur kucing. Hal yang terpenting adalah kandang harus tinggi dan agak luas agar kucing bisa berdiri dan berjalan. Seekor induk atau kucing dewasa membutuhkan kandang berukuran 100 cm x 70 cm x 70 cm. Kotak itu cukup untuk dirinya sendiri, berbaring atau bergerak memutar, tempat makan, minum, sekaligus kotak pasir. Kandang ini berguna untuk memberikan kenyamanan induk ketika menyusui dan mengasuh anak-anaknya.

Anak kucing ditempatkan di kandang tersendiri. Ukurannya 100 cm x 85 cm x 70 cm dengan berdaya tampung 4 ekor. Saat siap sapih, anak-anak tersebut dipindahkan ke kandang lain yang ukurannya lebih kecil. Keuntungan memakai kandang adalah kucing bisa dipindahkan ke tempat lain sesuai kebutuhan. Misalnya, kandang untuk anak-anak kucing dapat dikeluarkan pada pagi untuk dijemur tanpa harus mengeluarkan penghuninya.

Kandang indoor biasanya berbentuk kotak/persegi. Namun, ada juga kandang yang atapnya mengerucut, seperti rumah atau bahkan bertingkat. Bahannya dapat terbuat dari besi, stainless steel, atau alumunium yang jerujinya berjarak 3—5 cm. Kandang sebaiknya memiliki roda sehingga mudah dipindah-pindahkan dan dibersihkan dan disterilkan. Selain itu, kandang tidak berkarat. Kucing yang terluka akibat besi berkarat dapat mengganggu kesehatannya. Meskipun kandang sudah disediakan, tetap saja membiarkan kucing bermain di alam bebas sangatlah baik agar kucing tidak stres.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Kucing

 

loading...
loading...