Jenis-jenis Karet Sintetis

Pertanianku — Jenis karet sintetis cukup banyak dan kegunaannya berbeda-beda. Misalnya, karet akrilat, karet polisulfida, karet poliuretan, karet fluor, karet epikhlorhidrin, dan karet silikon. Karet sintetis tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan yang spesifik dan harganya tergolong mahal. Berikut ini beberapa jenis karet sintetis lainnya yang dapat Anda jumpai.

karet sintetis
foto: Pixabay

Nytrile Butadiene Rubber (NBR) atau acrylonitrile butadiene rubber

NBR adalah karet sintetis untuk kegunaan khusus yang paling banyak dibutuhkan. Sifatnya yang sangat baik adalah tahan terhadap minyak. Sekalipun di dalam minyak, karet ini tidak mengembang. Sifat ini disebabkan oleh adanya kandungan akrilonitril di dalamnya.

Semakin besar kadar akrilonitril yang dimiliki, daya tahan terhadap minyak, lemak, dan bensin semakin tinggi, tetapi elastisitasnya semakin berkurang.

Kelemahan NBR adalah sulit untuk diplastisasi. Cara mengatasinya dengan memilih NBR yang memiliki viskositas awal yang sesuai dengan keinginan. NBR memerlukan pula penambahan bahan penguat serta bahan pelunak senyawa ester.

Chloroprene Rubber (CR)

CR memiliki ketahanan terhadap minyak, tetapi dibanding dengan NBR ketahanannya masih kalah. CR juga mempunyai daya tahan terhadap pengaruh oksigen dan ozon di udara, bahkan juga terhadap panas atau nyala api. Karet sintetis CR tidak divulkanisasi dengan belerang, tetapi dengan magnesium oksida, seng oksida, dan bahan pemercepat tertentu. Dalam proses pembuatannya ditambahkan bahan pelunak.

Ethylene Propylene Rubber (EPR)

Ethylene Propylene Rubber sering disebut EPDM karena tidak hanya menggunakan monomer etilen dan propilen pada proses polimerisasinya, tetapi juga monomer ketiga atau EPDM. Pada proses vulkanisasinya dapat ditambahkan belerang. Adapun bahan pengisi dan bahan pelunak yang ditambahkan tidak memberikan pengaruh terhadap daya tahan.

EPR memiliki keunggulan berupa tahan terhadap matahari, ozon, dan pengaruh unsur cuaca lainnya. Sementara itu, kelemahan karet sintetis ini adalah daya lekatnya yang rendah.

Baca Juga:  Langkah-langkah Budidaya Buah Kiwi

Isobutene Isoprene Rubber (IIR)

IIR sering disebut butyl rubber dan hanya mempunyai sedikit ikatan rangkap sehingga membuatnya tahan terhadap pengaruh oksigen dan ozon. IIR tidak baik dicampur dengan karet alam atau karet sintetis lainnya bila akan diolah menjadi suatu barang.