Jenis-jenis Pola Tanam Polikultur yang Sering Digunakan

Pertanianku Polikultur merupakan teknik menanam yang dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan dan waktu yang sama. Penggunaan tanaman yang akan dipolikultur pun harus tepat dan saling menguntungkan atau setidaknya tidak saling merugikan karena terdapat dua jenis tanaman yang berbeda dalam satu lahan.

jenis pola tanam polikultur
foto: pertanianku

Dalam sistem polikultur terdapat beberapa jenis yang sering digunakan oleh para petani. Berikut ini ulasan lebih lengkapnya.

Tumpang gilir (multiple cropping)

Loading...

Pola penanaman yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama selama satu tahun untuk memperoleh lebih dari satu hasil panen.

Tanaman pendamping (companion planting)

Pola tanam yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu tanaman dalam satu bedeng dengan tanaman lain yang melengkapi kebutuhan fisik dan unsur hara.

Tanaman campuran (mixed cropping)

Pola tanam yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dalam waktu yang sama. Seperti tomat dan kubis dalam satu bedeng. Hal ini berfungsi untuk mengendalikan penyakit dan hama, seperti ngengat trip yang biasanya merusak tanaman kubis.

Tumpang sari (intercropping dan interplanting)

Pola tanam yang dilakukan dengan menanam lebih dari satu jenis tanam pada satu lahan serta dilakukan dalam satu waktu yang sama dengan baris-barisan teratur.

Penanaman lorong (alley cropping)

Pola tanam yang dilakukan dengan menanam tanaman yang berumur pendek seperti wortel, selada, dan beberapa jenis tanaman lainnya yang cepat tumbuh di antara larikan tanaman yang tumbuh tinggi serta berumur panjang atau tahunan. Pola ini biasanya diterapkan pada pohon kayu yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh tinggi dan bisa dipanen. Hal ini berguna untuk menambah pemasukan petani dengan memanfaatkan lorong barisan pohon.

Baca Juga:  Teknik Menanam Jagung yang Benar dan Mudah Dipraktikkan

Pergiliran tanaman (rotasi tanaman)

Pola tanam yang dilakukan dengan menanam jenis-jenis tanaman dari famili yang berbeda-beda secara bergantian atau bergilir. Tujuan dari pergiliran tanaman adalah untuk mengendalikan penyebaran hama dan penyakit. Penggunaan tanaman yang berbeda famili akan memutuskan siklus kehidupan hama dan penyakit karena kehilangan tempat tinggal sehingga lahan akan bersih dari hama yang mengganggu tanaman tertentu.

Loading...
Loading...