Jenis-jenis Rumah Plastik yang Digunakan untuk Berkebun

Pertanianku Rumah plastik dibutuhkan untuk merawat tanaman yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi seperti bunga mawar, anyelir, gladiol, anggrek, krisan, tomat, kapri, brokoli, lettuce, sawi, paprika, melon, dan stroberi. Hal ini disebabkan biaya pembuatan rumah plastik terbilang cukup mahal sehingga fungsinya harus benar-benar digunakan untuk melindungi tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.

rumah plastik
foto: pexels

Pada dasarnya ada dua tipe rumah plastik, yaitu tipe lean to (rumah yang beratap tunggal) dan free standing. Tipe lean to adalah rumah yang bagian atapnya dibuat rata atau miring karena salah satu sisi dindingnya menempel langsung pada tembok atau bangunan lain. Sementara, tipe rumah plastik free standing merupakan rumah yang memiliki sisi-sisi yang bebas dan tidak menempel pada dinding lain.

Tipe rumah plastik mempunyai banyak bentuk yang bisa dibuat sesuai dengan keinginan dan kemampuan petani. Berikut ini macam-macam bentuk rumah plastik.

Loading...

Piggy back

Rumah plastik berbentuk piggy back mirip dengan rumah pada umumnya dengan tambahan pada atap kecil di bagian atasnya. Dengan atap seperti itu akan membuat hawa panas di dalam rumah tertekan keluar melalui lubang di atap tersebut. Rumah ini lebih mudah dibuat dan tidak membutuhkan konstruksi yang rumit. Namun sayangnya, pembuatannya membutuhkan banyak rangka.

Shading house

Shading house lebih mudah untuk dibuat karena tidak memiliki atap yang khusus, hanya dipasang net. Rumah ini umumnya tidak berdinding sehingga tidak membutuhkan biaya yang tinggi untuk membangunnya. Namun sayangnya, karena hanya dilapisi net yang memiliki lubang air, air hujan masih bisa masuk. Oleh karena itu, sangat sulit menciptakan iklim mikro di dalam rumah ini. Fungsi rumah pun hanya menjadi pelindung bagi tanaman.

Baca Juga:  Menanam Jambu Air Madu Deli yang Lebih Senang Berbuah di Musim Kemarau

Tunnel house

Bentuk rumah ini seperti terowongan dengan bagian atap yang melengkung dan tertutup. Konstruksinya relatif mampu menahan serangan hama. Kekurangannya adalah sirkulasi udara yang tidak berjalan dengan sempurna karena rumah ini sangat tertutup. Rumah yang dibangun di dataran rendah akan memiliki suhu ruangan yang sangat panas bisa mencapai 44—50 derajat Celcius.

Loading...
Loading...