Jenis-Jenis Sapi Hasil Persilangan

Pertanianku – Di samping beberapa jenis sapi pedaging yang ada, masih terdapat banyak jenis sapi pedaging lainnya di beberapa negara dan dapat digunakan sebagai bakalan untuk usaha penggemukan. Namun, sebelum diputuskan untuk memilih jenis sapi yang akan digunakan sebagai bakalan, perlu pemikiran matang agar hasilnya memuaskan.

Jenis sapi luar negeri yang terdapat pada negara subtropis umumnya mempunyai pertumbuhan cepat yang ditandai dengan pertambahan bobot badan yang tinggi. Akan tetapi, untuk mencapai pertambahan bobot badan yang tinggi, dibutuhkan pemberian pakan yang banyak dan berkualitas tinggi, pengelolaan yang baik, dan lingkungan yang serasi. Oleh karena itu, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Selandia Baru melakukan persilangan antara sapi asli subtropis dengan jenis sapi asli tropis untuk mendapatkan jenis sapi yang mempunyai pertumbuhan cepat, tetapi dapat menyesuaikan diri dengan pakan yang kurang berkualitas. Sapi hasil silangan ini juga sesuai untuk lingkungan tropis dan resisten terhadap berbagai penyakit. Sebagai contoh penelitian yang telah dilakukan di Amerika Serikat.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa golongan sapi Bos taurus pada umumnya tidak tahan terhadap suhu udara panas, gigitan kutu, dan tidak memiliki kemampuan untuk mencerna pakan yang berkualitas rendah. Oleh karena itu, dilakukanlah persilangan-persilangan antara Bos taurus yang mempunyai pertumbuhan cepat dengan jenis sapi lain yang kurang begitu cepat pertumbuhannya, tetapi berkemampuan mencerna pakan yang kurang berkualitas, tahan terhadap suhu tinggi, tahan terhadap gigitan kutu, dan sesuai untuk pengelolaan yang kurang begitu baik.

Beberapa di antara jenis sapi hasil persilangan-persilangan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut.

Back

1. Sapi santa gertrudis

Sapi santa gertrudis merupakan hasil persilangan antara sapi pejantan brahman dengan induk shorthorn. Sapi ini pertama kali diciptakan dan dikembangkan di daerah Texas, Amerika Serikat. Sapi ini bergelambir dan jantan berpunuk kecil. Bulunya berwarna cokelat kemerahan, pendek, dan halus. Postur tubuhnya termasuk besar dengan punggung dan kepala lebar. Sapi ini mempunyai lipatan kulit di bawah leher. Masuk ke Indonesia pada tahun 1973. Bobot badan jantan dewasa sekitar 900 kg, sedangkan betina dewasa sekitar 725 kg.

Baca Juga:  Hemat Budidaya Walet untuk Masyarakat Bermodal Minim
Back