Jenis Jeruk yang Cocok Ditanam di Pekarangan

Pertanianku — Jeruk termasuk salah satu tanaman buah yang cukup mudah ditanam. Tampilan tanaman ini juga terbilang menarik dan indah sehingga sangat cocok ditanam di pekarangan. Selain itu, buah yang dihasilkan sudah pasti disukai oleh anggota keluarga. Di antara deretan jenis jeruk yang ada, berikut ini beberapa jenis jeruk yang cocok ditanam di pekarangan.

jenis jeruk
foto: Pertanianku

Jeruk sunkist

Jeruk sunkist terkenal sebagai jeruk impor yang memiliki rasa manis, beraroma segar, dan penampilan buahnya indah. Buah jeruk berbentuk bulat dan berwarna kuning cerah. Penampilan buah yang sudah masak dapat menambah nilai estetika pekarangan rumah.

Buah ini dapat dibudidayakan dengan cara tabulampot atau ditanam langsung di lahan. Sementara itu, bibit yang digunakan dapat berasal dari perbanyakan cangkok, okulasi, atau kultur jaringan.

Anda bisa menanam jeruk sunkist di dataran tinggi hingga dataran rendah, tetapi sesuaikan varietas yang digunakan dengan ketinggian daerah. Seperti Washington navel yang lebih cocok di dataran tinggi 1000 m dpl dan Hamlin atau noris untuk di dataran rendah.

Jeruk nagami

Jeruk nagami berasal dari Cina dan sering dijumpai pada momen-momen tertentu. Buah jeruk nagami berukuran kecil dan rasanya manis. Tanaman jeruk nagami hanya dapat tumbuh hingga setinggi 1 m. Oleh karena itu, tanaman jeruk ini sering dijadikan sebagai tabulampot. Tanaman jeruk nagami relatif mudah dirawat agar rajin berbuah sehingga Anda tidak memerlukan perawatan yang intensif.

Jeruk nagami cocok ditanam di tempat dengan ketinggian 300—800 m dpl dengan suhu optimal sekitar 25—30°C.

Jeruk bali

Jeruk bali termasuk salah satu jenis tanaman jeruk yang paling sering ditanam di pekarangan rumah. Hal ini dikarenakan cara perawatan tanaman yang tidak begitu sulit, bahkan bisa ditanam menjadi tabulampot.

Baca Juga:  Budidaya Hortikultura Ramah Lingkungan di Bantul Siap Antisipasi Dampak Pemanasan Global

Salah satu hal unik dari jeruk bali adalah ukuran buah yang cukup besar. Hal tersebut telah menjadi daya tarik dari tanaman buah jeruk bali. Daging buah jeruk bali berwarna merah dengan rasa yang cukup unik dan berbeda dengan jeruk pada umumnya, itu sebabnya banyak orang yang kurang menyukai buah ini apabila dimakan secara langsung. Jeruk bali lebih sering diolah menjadi rujak buah atau makanan olahan lainnya.