Jenis Kolam yang Bagus untuk Budidaya Ikan Gabus

Pertanianku Budidaya ikan gabus dapat dilakukan pada beberapa jenis kolam, mulai dari kolam terpal, kolam tanah, hingga kolam beton. Simak ulasan lebih lanjut mengenai keuntungan, kelemahan, dan syarat dari setiap jenis kolam untuk budidaya ikan gabus.

budidaya ikan gabus
Foto: Pertanianku

Kolam terpal

Jenis kolam terpal sering digunakan oleh banyak pembudidaya karena dinilai lebih mudah dibuat dan harganya murah. Selain itu, jenis kolam ini terbilang fleksibel karena bisa dibuat di segala kondisi, seperti di tanah berpasir.

Kolam terpal yang baru dibuat tidak bisa langsung digunakan karena masih mengandung zat yang berbahaya bagi ikan. Kolam harus direndam terlebih dahulu selama tiga hari dengan air.

Terpal merupakan bahan yang mudah rusak sehingga Anda perlu merangkai kerangka kolam dengan secara hati-hati agar kawat, tali, atau paku tidak merobek terpal yang digunakan.

Agar kolam ditumbuhi oleh plankton, Anda perlu menambahkan probiotik atau pupuk kandang ke dalam kolam dan biarkan selama 1 minggu.

Kolam tanah

Kolam tanah berdinding tanah. Jenis kolam ini terbilang cukup populer di Indonesia karena pembuatannya terhitung mudah dan sederhana, tetapi lebih rumit dan memakan waktu dibanding proses pembuatan kolam terpal.

Cara pembuatannya hanya dilakukan dengan menggali sebidang tanah dan mengisi air. Saat ini sudah banyak kolam tanah yang dimodifikasi dengan menambahkan lapisan batu bata sebagai dinding atau lapisan pasir di bagian dasar kolam.

Sama seperti kolam terpal, kolam tanah juga tidak bisa langsung digunakan. Kolam perlu dikeringkan terlebih dahulu selama 3—7 hari atau bergantung pada intensitas cahaya matahari. Pengeringan kolam bertujuan membunuh mikroorganisme yang dapat merugikan ikan gabus. Setelah dikeringkan, kolam perlu dicangkul terlebih dahulu untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun.

Baca Juga:  Varietas Tomat yang Sering Ditanam di Indonesia

Kolam beton

Jenis kolam beton umumnya dibuat di daerah yang tidak bisa dibuat kolam tanah atau pembudidaya yang memiliki modal besar. Seluruh dinding kolam terbuat dari beton sehingga proses pembuatannya terbilang lebih sulit daripada jenis kolam yang lain. Namun, justru proses perawatan kolam beton terbilang lebih mudah dan murah karena kolam tidak mudah rusak.

Sayangnya, ikan gabus yang dibudidayakan pada kolam beton lebih rentan mengalami stres. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan perlakuan khusus untuk menjaga kondisi kolam agar tetap kondusif.