Jenis Kurma yang Tumbuh Subur di Indonesia

Pertanianku— Tahukah Anda, kurma bisa dibudidayakan di Indonesia. Buah yang selalu ada pada bulan puasa ini terkenal berasal dari Timur Tengah. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kurma pun dapat dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia. Ada beberapa jenis kurma yang dapat ditanam di Indonesia, tetapi diketahui ada dua jenis kurma yang berhasil berbuah lebat, yaitu KL-1 dan barhee.

jenis kurma
foto: Pixabay

Kurma KL-1

Kurma KL-1 berasal dari Thailand dan termasuk varietas yang adaptif di negara tropis. Salah satu kebun kurma KL-1 berada di kebun penelitian dan pengembangan (litbang) Indonesia Date Palm Association (IDPA) di Pekanbaru, Provinsi Riau. Di IDPA Riau, Kurma KL-1 berhasil berbuah.

Kunci keberhasilan budidaya kurma KL-1 adalah perawatan yang intensif sehingga tanaman mampu berbuah perdana pada umur 3 tahun dari bibit yang didapatkan dari perbanyakan biji. Pembuahan terjadi secara alami tanpa perangsangan.

Kurma KL-1 merupakan hasil persilangan kurma barhee dengan daglet noor. KL-1 juga kerap disebut kurma hibrida kolak-one dihasilkan oleh Sak Lamjuan. Setelah berhasil berbuah tanpa perangsangan, Sak Lamjuan lantas mengebunkannya dalam skala luas hingga kini KL-1 menjadi salah satu jenis kurma yang adaptif di Indonesia.

Kabarnya, kurma KL-1 juga berhasil berbuah di Padang, Sumatera Barat. Tanaman kurma tersebut tumbuh di halaman rumah Hisweri yang berada di Kota Padang.

Kurma barhee

Kurma barhee berasal dari Irak dan memiliki ciri khas berbatang besar. Barhee telah dikebunkan secara massal di Iran, Israel, Arab Saudi, dan India. Di Indonesia, kurma barhee berhasil dikebunkan di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di kawasan tersebut terdapat 200 pohon kurma jenis barhee dan jarvis yang sudah berumur 3 tahun. Tanaman kurma yang dikebunkan di Jonggol sudah berhasil berbuah sejak 2017, tetapi kala itu jumlah buah yang dihasilkan masih sedikit.

Baca Juga:  Cara Memangkas Tanaman Tomat yang Benar

Di Iran, produktivitas kurma barhee dapat mencapai 350 kg per pohon. Sementara itu, produktivitas kurma barhee di Israel hanya 200 kg. Di Arab Saudi, produktivitas barhee mencapai 145 kg, di Suriah sebesar 300 kg, dan di Palestina mencapai 120 kg.

Di Indonesia, kurma barhee dan KL-1 baru mulai ramai dibudidayakan pada 2015 sehingga kedua varietas kurma tersebut pada 2018 masih dalam tahap belajar berbuah.