Jenis Pakan untuk Anak Sapi Perah yang Paling Tepat


Pertanianku — Pemberian pakan dan minum pada anak sapi perah merupakan sesuatu yang krusial. Salah dalam pemberian pakan dapat mengakibatkan pertumbuhannya menurun, bahkan risiko kematian bisa meningkat.

anak sapi perah
Foto: Pixabay

Saat indukan ternak sapi perah sedang hamil tua, Anda bisa menyiapkan beberapa hal penting terkait pakan dan minum yang tersaji. Perhatikan dengan baik-baik setiap langkahnya agar cara ternak sapi perah yang benar ini bisa diterapkan dengan sempurna.

Pemberian kolostrum hari ke-1 hingga ke-4 pascakelahiran

Hari pertama adalah hari yang sangat penting bagi kelangsungan hidup anak sapi (pedet) apakah nanti tumbuh sehat, tumbuh cacat, atau bahkan mati beberapa hari pascadilahirkan. Untuk membuat pedet tumbuh dengan maksimal, sejak hari pertama pascadilahirkan pedet harus segera mendapatkan kolostrum dengan menghisap langsung dari ambing indukannya. Sekitar 30 menit pascadilahirkan, kolostrum harus segera didapatkan pedet.

Setelah kolostrum pertama diberikan, pedet bisa diberi kolostrum selanjutnya secara berkala sebanyak 2 liter setiap pemberian per harinya. Di hari ke-2 hingga ke-4, pemberian bisa dilakukan sebanyak 3 kali dengan banyak satu kali pemberian berkisar 1,5—2 liter. Pemberian kolostrum pada 4 hari pertama ini akan menentukan apakah pedet bisa bertahan atau tidak. Apabila pemberian berjalan lancar, pedet punya kemungkinan hidup sebesar 95 persen.

Pemberian kolostrum hari ke-5 hingga minggu ke-12

Setelah melewati fase pertama yang sangat krusial dan rawan terjadi kematian, pedet akan terlihat lebih lincah dari sebelumnya. Pada fase ini pedet akan tetap diberi susu dari induk hingga pascapenyapihan datang.

Pemberian susu pada pedet biasanya disesuaikan dengan bobot badannya. Untuk pedet sapi perah, biasanya berkisar 8—10 persen dari bobot dikalikan satu liter. Misal, pedet dengan bobot 50 kilogram akan mendapatkan susu sebanyak 4—5 liter setiap harinya. Pemberian susu dengan metode ini harus dilakukan hingga pedet berusia 2 bulan atau 8 minggu.

Baca Juga:  Hebat! Ekspor Pertanian Indonesia Mencapai Rp1.764 Triliun

Setelah pedet memasuki bulan ketiga, fase penyapihan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengurangi jumlah susu yang diberikan dan mulai mengenalkan makanan berupa konsentrat. Proses penyapihan anak sapi harus dilakukan dengan baik agar bisa segera mengonsumsi pakan padat untuk mempercepat pertumbuhan badannya.

Pemberian pakan awal pascapenyapihan

Memasuki minggu ke-8 (bisa juga memasuki awal bulan ke-2) pedet sudah harus diberi pengenalan pada pakan padat seperti calf starter. Pemberian ini digunakan untuk terapi agar pedet tidak terlalu bergantung dengan susu yang berasal dari indukannya.

Selain itu, pemberian calf starter juga akan memudahkan proses penyapihan hingga pedet bisa makan sendiri dan tumbuh menjadi besar. Penyapihan pada pedet bisa dilakukan setelah hewan ini mampu mengonsumsi 0,5—0,7 kilogram konsentrat per kilogram berat tubuh setiap hari, atau jika bobotnya sudah mencapai 60 kilogram.

Penetapan veal calves pada pedet

Hingga usia 8—12 minggu pedet akan diteliti apakah bisa digunakan sebagai pejantan atau betina penghasil anak dan susu. Apabila kriteria itu tidak masuk, pedet akan dipisah dan digunakan sebagai veal calves atau sapi muda yang akan dikonsumsi.

Biasanya sapi jenis ini akan mendapatkan pakan yang banyak agar bobotnya naik signifikan. Setelah bobot dirasa cukup, pedet besar ini akan dijual dan digunakan untuk kebutuhan konsumsi daging sapi.

loading...