Jenis Penyakit Ayam KUB dan Cara Mengatasinya

Pertanianku — Meskipun ayam KUB merupakan jenis ayam kampung yang unggul seperti lebih tahan penyakit, cara pemeliharaan yang salah juga akan membuat ayam kub terserang penyakit dan menyebabkan kerugian. Dengan begitu, ayam KUB juga membutuhkan upaya pencegahan dan penanggulangan agar tetap sehat. Berikut ini beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang ayam KUB.

ayam KUB
foto: Balai Pengkajian Teknologi Jawa Barat

Flu burung

Flu burung merupakan penyakit yang diakibatkan oleh serangan virus avian influenza. Penyakit ini masih menjadi penyakit yang paling menakutkan di Indonesia. Gejala flu burung hampir menyerupai gejala kematian yang tiba-tiba dalam jumlah besar.

Ciri-ciri penyakit flu burung antara lain dapat dilihat dari kondisi kepala ayam yang membengkak disertai suhu tubuh yang tinggi dan jengger berubah warna menjadi kebiruan. Ciri lain dapat dilihat dari bintik kemerahan yang berada di kaki atau telapak kaki ayam berwarna merah muda. Kematian mendadak dalam jumlah besar juga harus diwapadai sebagai salah satu ciri telah terjadi serangan flu burung.

Flu burung dapat menyerang daerah ternak yang tidak intensif atau sistem peliharaan yang diumbar tanpa vaksinisasi.

Pencegahan flu burung dapat dilakukan dengan cara vaksinasi flu burung yang sesuai dengan jadwal dan menerapkan sistem biosecurity yang ketat.

Penanganan ayam yang mati karena flu burung harus dibakar, lalu dikubur untuk menghindari penularan ke unggas lain. Wilayah ternak yang terkena flu burung juga harus disterilisasi dengan desinfektan dan seluruh ayam harus dimusnahkan.

Newcastle Disease (ND) atau tetelo

Tetelo banyak terjadi saat pergantian musim dari kemarau ke hujan dan selama musim hujan. Selama musim hujan pertumbuhan virus terus meningkat dan daya tahan tubuh ayam menurun sehingga ayam sangat mudah terkena virus.

Baca Juga:  Manfaat Kolostrum untuk Anak Kambing

Ciri khas tetelo antara lain leher ayam terpelintir dan ayam berjalan mundur atau berputar. Virus-virus tersebut menyerang syaraf ayam sehingga ayam lesu, diam, sulit bernapas, dan kejang-kejang. Selain itu, sayap ayam menjadi terkulai serta jengger dan kepala membiru. Kotoran ayam pun menjadi encer dan berwarna kehijauan.

Pencegahan tetelo dapat dilakukan dengan menerapkan biosecurity dan vaksinasi. Penanganan untuk ayam yang terkena tetelo sama seperti ayam yang terkena flu burung.

Gumboro

Penyakit gumboro menyerang kelenjar sistem kekebalan tubuh ayam yang terletak di bagian atas kloaka sehingga ayam tidak memiliki kekebalan tubuh. Biasanya penyakit ini menyerang ayam kecil di bawah usia 3 minggu. Sama seperti flu burung dan tetelo, belum ada pengobatan untuk gumboro sehingga teknik pencegahan yang harus dilakukan, yaitu vaksinasi dan biosecurity yang ketat.

Berak darah (Koksidiosis)

Berak darah disebabkan oleh parasit protozoa Eimeria spp. Ciri lain dari penyakit ini adalah lesu, pucat, kurus, dan pertumbuhan lambat. Pencegahan penyakit berak darah dilakukan dengan sanitasi kandang yang baik dan penyemprotan desinfektan secara berkala. Pengobatan berak darah dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik yang mengandung sulfa sesuai dosis anjuran.

Pilek (Snot)

Pilek terjadi karena kondisi kandang yang dingin dan lembap yang sering terjadi pada masa pergantian musim kemarau ke hujan. Ciri-ciri snot adalah ayam lesu, pembengkakan di area wajah, keluar cairan dari hidung dan mengeluarkan bunyi seperti mengorok. Pencegahan dapat dilakukan vaksinasi coryza inaktif pada ayam umur 12—13 minggu. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat Antisnot atau Neo tetramycin 25.


loading...