Jenis Pupuk Kandang yang Sering Digunakan

Pertanianku — Pupuk kandang atau sering disingkat menjadi pukan merupakan pupuk organik yang berasal dari limbah ternak ruminansia. Pupuk ini berguna untuk menambah unsur hara di dalam tanah serta memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. Selain kotoran ternak, pupuk kandang juga bisa terbuat dari jerami bekas ternak. Ada dua jenis pupuk kandang yang sering digunakan, yakni pupuk kandang padat dan cair.

jenis pupuk kandang
foto: pertanianku

Pupuk kandang padat

Pupuk kandang padat merupakan jenis pupuk kandang yang paling dikenal oleh orang-orang. Pupuk ini terbuat dari kotoran ternak yang berupa padatan dan berfungsi sebagai sumber unsur hara, terutama N. Pukan padat juga berfungsi memperbaiki sifat kimia, biologi, dan fisik tanah.

Penanganan pupuk kandang padat dengan pupuk kandang cair berbeda. Kotoran ternak perlu dikumpulkan setiap 1—3 hari sekali ketika proses pembersihan kandang. Kotoran dikumpulkan pada satu tempat yang sama agar mudah digunakan.

Agar proses pembuatan pupuk kandang padat berjalan lebih cepat dan tidak menimbulkan bau yang mengganggu indra penciuman, Anda bisa menggunakan mikroba dekomposer. Namun, biasanya petani tradisional masih menggunakan cara lama, yakni dengan mendiamkan tumpukan kotoran ternak agar terfementasi sendiri dalam jangka waktu yang terbilang cukup lama.

Pupuk kandang cair

Pupuk kandang cair merupakan pupuk kandang dalam bentuk cair yang berasal dari kotoran hewan yang masih segar dan bercampur dengan urine hewan atau kotoran tersebut dilarutkan ke dalam air dengan perbandingan tertentu. Urine ternak yang sering dimanfaatkan sebagai pupuk kandang cair adalah urine sapi, kerbau, kambing, babi, dan kuda.

Sementara itu, kotoran yang sering digunakan untuk membuat pupuk kandang cair merupakan kotoran segar yang berasal dari kambing, domba, sapi, dan ayam. Kotoran tersebut dimasukkan ke karung goni, kemudian bagian ujungnya diikatkan pada tongkat sepanjang 1 m untuk digantungkan ke dalam drum yang berisi air. Secara berkala, air rendaman tersebut diaduk setiap tiga hari sekali.

Baca Juga:  Durian Gundul Asal Lombok

Pupuk kandang cair digunakan dengan cara disiramkan ke tanah bagian perakaran tanaman dengan dosis tertentu. Ampas hasil pembuatan pupuk kandang cair bisa dijadikan sebagai mulsa.

Kotoran ayam menjadi bahan organik yang paling baik untuk dijadikan pupuk kandang cair karena mengandung unsur hara yang cukup tinggi.


loading...