Jenis Sapi Potong Lokal Indonesia yang Berpotensial

Pertanianku— Ternak sapi potong saat ini sedang berkembang pesat dan menjadi salah satu penyumbang ekonomi negara. Hal ini karena kebutuhan daging sapi sebagai bahan makanan masih terbilang tinggi, terlebih lagi limbah-limbah pertanian yang dihasilkan dari kegiatan ternak dapat dimanfaatkan kembali. Ada beberapa jenis sapi potong lokal asli Indonesia yang masih eksis hingga saat ini diternakkan sebagai sapi potong, simak ulasan berikut.

sapi potong lokal
foto: Pertanianku

Sapi bali

Sapi bali merupakan domestikasi dari banteng (Bibos sondaicus). Saat masih berada pada fase pedet, tubuh sapi bali berwarna merah bata. Ketika sudah dewasa, sapi jantan akan berubah menjadi kehitam-hitaman dan sapi betina akan berubah warna menjadi merah bata.

Tanduk sapi berukuran pendek dan kecil. Kepalanya berbentuk panjang, halus, dan sempit. Bentuk tubuh sapi terbilang pendek kecil dengan bagian leher yang ramping. Sapi bali terbilang sangat adaptif terhadap lingkungan.

Jenis sapi ini juga terkenal sangat produktif dengan kemampuan mencerna pakan berkualitas rendah yang cukup tinggi. Meskipun pakan yang dikonsumsi berkualitas rendah, karkas yang dihasilkan bagus dan bernilai jual tinggi.

Sapi madura

Sapi madura merupakan hasil persilangan antara Bos indicus dan Bibos sondaicus. Proses persilangan tersebut diperkirakan sudah terjadi sejak 1.500 tahun silam. Sapi madura sering digunakan sebagai sapi penghasil daging, sapi pekerja, serta sapi karapan dan sinik.

Sapi madura jantan dan betina berwarna merah bata atau abu-abu. Tanduk sapi madura berukuran kecil dan pendek serta mengarah keluar. Ukuran tubuhnya kecil dan kakinya pendek.

Sapi ongole

Sapi ongole sering digunakan sebagai sapi tipe pekerja yang sangat baik karena tenaganya kuat dengan tubuh berukuran besar. Di Indonesia terkenal dengan sumba ongole karena jenis sapi ini sering ditemukan diternakkan secara murni di Pulau Sumba. Saat ini sering dikenal dengan istilah peranakan ongole, yakni keturunan sapi jawa dengan kualitas yang lebih baik dan mirip dengan sapi ongole.

Baca Juga:  Cara Penanganan Penyakit Antraks pada Sapi yang Benar

Tubuh sapi ongole berwarna putih kelabu atau kehitaman dengan kaki berukuran panjang.

Sapi galekan

Sapi galekan termasuk plasma nutfah yang harus dilestarikan keberadaannya. Sapi galekan diduga merupakan keturunan sapi jawa. Warna kulitnya didominasi oleh warna merah bata, sedangkan di bagian pantatnya berwarna putih dengan batas yang tidak begitu jelas. Ekor sapi galekan berukuran panjang dengan rambut ekor berwarna hitam, memiliki lingkar mata hitam, dan punggung bergaris lurus dengan garis berwarna hitam.