Jenis Sidat yang Tersebar di Dunia

Pertanianku — Selama ini hanya dua jenis sidat yang sering ditangkap oleh nelayan di Indonesia, yaitu sidat kembang dan sidat anjing. Sidat kembang lebih disukai oleh konsumen. Kedua sidat tersebut berada di aliran-aliran sungai jernih berbatu. Sidat biasanya berdiam diri di dalam lubang-lubang cadas atau sela-sela batu. Selain kedua jenis sidat tersebut, masih ada beberapa jenis sidat lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

jenis sidat
foto: pertanianku

Anguilla marmorata

Anguilla marmorata merupakan jenis sidat terbesar di dunia dengan ukuran maksimum yang pernah ditemui. Sidat ini dapat tumbuh mencapai 200 cm dengan bobot 27 kg. Tulang punggung sidat sebanyak 100—107 ruas, badannya transparan berwarna cokelat kemerahan dengan bintik hitam di bagian ekor.

Sidat besar ini kurang lincah bergerak ketika sedang berenang. Pada tingkat elver, sidat ini panjangnya 6,10 cm dengan berat 0,09—0,24 gram per ekor. Rata-rata per kg berisi 6.000 ekor elver. Anda bisa menjumpai sidat ini di Taiwan. Rasa daging sidat Anguilla marmorata hampir sama seperti sidat eropa.

Anguilla bicolor (sidat anjing)

Sidat ini tersebar dari Afrika Timur hingga Madagaskar, termasuk di Indonesia. Sidat dewasa yang pernah ditemukan panjangnya mencapai 110 cm dengan bobot 3 kg. Badan sidat ini polos dengan sirip punggung kira-kira di atas sirip dubur.

Badannya berwarna cokelat kehitaman dan kepalanya tumpul. Jumlah tulang punggungnya terdiri atas 107 ruas. Pada tingkat elver, sidat ini bobotnya 0,13 gram per ekor atau berisi 6.000—7.000 ekor per kg.

Anguilla japonica (sidat jepang)

Tubuhnya berwarna kelabu dengan bagian perut berwarna putih. Kepalanya berujung membulat. Sirip dada terletak di bagian depan. Rata-rata memiliki tulang punggung berjumlah 115 ruas. Ukuran maksimal sidat betina adalah panjangnya 125 cm dengan bobot 6 kg per ekor. Bentuk badan membulat dengan sirip agak panjang dengan gerakannya yang lincah.

Baca Juga:  Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setiap Harinya dari Tingkah Laku Ikan Lele

Selain di Jepang, Anda juga bisa menjumpai pembudidaya sidat jepang di Taiwan karena jenis sidat ini dapat bertahan di suhu panas ataupun dingin. Pada suhu di atas 32°C, tubuh sidat akan menyusut, sedangkan di bawah suhu 12°C nafsu makannya akan menurun.

Anguilla anguilla (sidat eropa)

Penyebarannya berada di pantai barat Eropa, Afrika Utara, dan Islandia Barat. Warna tubuhnya mirip sidat jepang, tetapi bentuk kepalanya lebih kecil dan lancip. Badannya bulat gemuk berwarna transparan dan terdapat garis memanjang merah sampai ke batas ekor.

Sewaktu makan, warna badan menjadi kehijauan, meski sebelumnya hitam kekuningan. Jumlah ruas tulang belakang 103—111 ruas. Ukuran maksimal sidat betina sama dengan sidat jepang.

Anguilla rostrata (sidat amerika)

Sidat amerika ini penyebarannya di pantai timur Amerika, Kanada, dan Greenland. Warna tubuh putih terang. Ukuran maksimal sidat betina yang pernah ditemukan panjangnya 125 cm dengan bobot 6 kg. Bentuknya mirip sidat eropa dan sidat jepang, tetapi lingkaran matanya lebih besar dan menonjol.