Jenis Wadah yang Bagus untuk Merebus Ramuan Tanaman Obat

Pertanianku — Ada berbagai wadah yang dapat digunakan untuk merebus ramuan herbal. Namun, tanaman obat sebaiknya tidak direbus dengan wadah yang terbuat dari besi, tembaga, atau aluminium karena dikhawatirkan adanya kontaminan yang berasal dari bahan pembuatan wadah.

ramuan herbal
foto: pertanianku

Salah satu jenis wadah untuk merebus ramuan tanaman obat yang sering digunakan adalah tembikar. Wadah tersebut terbuat dari tanah liat, harganya relatif murah dan mudah diperoleh, serta tidak akan memengaruhi khasiat ramuan herbal yang direbus.

Tembikar dapat membuat air rebusan pertama beraroma tanah, tetapi hal tersebut akan hilang setelah perebusan berikutnya.

Bau tanah tersebut dapat diatasi dengan membersihkan tembikar dengan air bersih. Setelah itu, rebus dua gelas air hingga mendidih, kemudian masukkan beberapa tanaman herbal seperti daun salam dan irisan rimpang kunyit. Anda bisa menggunakan berbagai jenis tanaman herbal yang dimiliki. Setelah mendidih, matikan api dan diamkan hingga suhu airnya menurun. Kemudian air rebusan tersebut dapat dibuang setelah suhunya normal.

Perlakuan tersebut dapat Anda lakukan sebelum tembikar digunakan untuk merebus ramuan herbal sesungguhnya. Aroma tanaman herbal yang digunakan akan meresap ke dalam pori-pori tembikar. Anda dapat mengulangi cara tersebut sebanyak satu hingga dua kali dengan bahan tanaman herbal yang baru. Setelah dirasa cukup, Anda sudah bisa menggunakan tembikar untuk merebus ramuan herbal.

Perebusan ramuan herbal dengan tembikar harus dilakukan dengan api kecil dan konstan. Kondisi api tersebut dapat membuat suhu air rebusan meningkat secara perlahan dan tidak akan merusak senyawa aktif yang terkandung di dalam ramuan. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari perebusan ramuan herbal dengan api besar karena dapat membuat suhu air meningkat secara drastis.

Baca Juga:  Kenal Lebih Dekat Khasiat Cantella asiatica untuk Kesehatan Tubuh

Setelah air rebusan mendidih, aduk ramuan selama beberapa saat dan biarkan selama 5—10 menit agar senyawa aktifnya larut, kemudian matikan api. Ramuan dapat langsung dibagi sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Jika ramuan tersebut tidak langsung habis, simpan ramuan herbal di dalam gelas yang bertutup agar Anda bisa mengonsumsinya pada periode jam berikutnya tanpa perlu merebus ramuan kembali.