Jokowi Tegaskan Indonesia Harus Punya Kedaulatan Pangan


Pertanianku — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pangan akan jadi komoditas yang diperebutkan negara mana pun. Oleh karena itu, negara yang tidak memiliki ketahanan dan kedaulatan pangan akan kebingungan.

kedaulatan pangan
Foto: Shutterstock

“Peran petani menjadi sangat penting ke depan dalam menjaga stabiltas pangan sebuah negara. Petani bakal memiliki peran strategis di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia,” ujar Jokowi usai peresmian program kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian di Sliyeg, Indramayu, mengutip Republika, Kamis (7/6).

Namun demikian, Jokowi menuturkan bahwa dengan peran penting ini bukan berarti petani bisa duduk-duduk tenang dan berdiam diri. Justru, menurutnya sektor pertanian mulai sekarang harus memperbaiki diri agar produktivitasnya terus meningkat.

“Kita harus berbenah diri supaya kita bisa memenangkan kompetisi dunia ini terutama di bidang pangan,” ujarnya.

Program kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian merupakan model baru dalam memajukan perekonomian para petani melalui berbagai instrumen. Progam ini mendorong petani untuk bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa Bersama (MBB).

Untuk MBB Sliyeg tercatat memiliki satu Badan Usaha Milik Desa/BUMDes Kecamatan (terdiri atas 14 BUMDes) dan satu Perkumpulan Gabungan Kelompok Tani/Gapoktan (yang terdiri atas 127 Poktan dan 7.009 Petani). Jumlah produksi padi tercatat 54.000 ton per tahun dengan total luas lahan sebesar 4.384 Ha.

MMB Sliyeg merupakan salah satu pilot project kewirausahaan petani yang menerapkan sistem digitalisasi pertanian dimana digitalisasi dilakukan dengan sebuah aplikasi Logistik Tani/LOGTAN sebagai platform digital yang mengintegrasikan empat siklus pertanian (pratanam, tanam, panen, pascapanen) sehingga akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Jenis layanan MBB antara lain pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR/Non-KUR), penyaluran pupuk dan marketplace hortikultura dengan pelanggan utama petani dan BUMDes.

Baca Juga:  Impor Bahan Pangan Naik 200% Kali Lipat Berkat IMF-WB

Jokowi mengatakan, model bisnis seperti ini akan dievaluasi dalam enam bulan atau satu tahun ke depan. Jika program pertama di Indramayu ini sukses, pemerintah akan melakukannya untuk kelompok tani di daerah lainnya.

“Intinya kita ingin membangun sebuah organisasi korporasi petani yang lebih efisien, yang bisa memberikan keuntungan besar kepada petani dan model-model seperti ini-lah yang saya kira bisa dikembangkan karena memang keuntungan terbesar adalah pascapanen,” ungkap Jokowi.