Jotang Kuda, Gulma Berkhasiat untuk Mengatasi Sakit Perut dan Rematik

PertaniankuJotang kuda atau Synedrella nodiflora merupakan gulma pertanian karena sering ditemui tumbuh di areal persawahan. Tumbuhan ini juga sering disebut babadotan lalaki oleh masyarakat Sunda. Sementara itu, sebutannya di dunia internasional adalah nodweed.

jotang kuda
foto: Oleh Wibowo Djatmiko (Wie146) – Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=9527014

Tumbuhan jotang kuda merupakan herba semusim yang tumbuh tegak mencapai 40 cm. Daun tanaman berbentuk oval atau elips, duduk berhadapan, dan berwarna hijau. Bagian tepi daun bergerigi dan permukaan daun ditumbuhi oleh rambut kasar.

Bunga tanaman berwarna kuning, braktea pada pembalut bunga hampir mirip seperti daun. Sementara itu, buah tanaman berwarna hitam atau cokelat tua dan disertai 2—3 pappus kaku.

Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah daun, batang, dan akar. Di dalam daun, batang, dan akar mengandung saponin dan polifenol.

Untuk mengatasi rematik, Anda hanya perlu menggosokkan semua bagian tanaman ke bagian tubuh yang terasa sakit. Sementara itu, untuk mengobati sakit perut, Anda bisa mengolah gulma tersebut menjadi obat gosok. Caranya cukup mudah, Anda hanya tinggal mencampurkan daun muda jotang kuda, daun Lantana camara, daun Ageratum conyzoides, dan kapur sirih. Aduk hingga rata dan oles ramuan di bagian perut yang terasa sakit.

Gulma yang cukup terkenal ini ternyata berasal dari Amerika Tropis. Jotang kuda sudah menjadi gulma yang paling sering dijumpai di Pulau Jawa, khususnya di daerah yang sedikit terlindung. Jotang kuda tercatat pertama kalinya tiba di Pulau Jawa pada 1888 dan kini gulma tersebut sudah menyebar secara luas ke seluruh Indonesia. Ada segelintir masyarakat yang kerap menggunakan daun jotang kuda sebagai lalapan.

Jotang kuda juga berguna untuk melawan bakteri dan jamur yang sering mengganggu kulit. Dengan begitu, permasalahan seperti bisul, jerawat, kudis, radang kulit, serta infeksi kulit bisa diatasi oleh tumbuhan liar ini.

Baca Juga:  Cara Mudah Mengenali Jamur Beracun agar Tidak Salah Konsumsi

Hingga saat ini belum ditemukan literatur yang membahas terkait kontraindikasi dari penggunaan jotang kuda sebagai obat herbal. Namun, ada baiknya Anda tidak menggunakan tanaman dalam dosis tinggi sebelum berkonsultasi dengan herbalis atau dokter.

 

 

 

 


loading...