Jurus Jitu Menghadapi Serangan Hama Ulat pada Tanaman Cabai

Pertanianku — Ulat termasuk hama tanaman sayur yang sangat terkenal, terutama pada tanaman cabai yang ditanam di dataran rendah. Jenis hama ulat yang menyerang tanaman cabai adalah Spodoptera litura yang memakan daun cabai dan Helicoverpa sp. Selain itu, ada Spodoptera exiqua yang menyebabkan lubang pada buah cabai, baik buah cabai yang masih hijau maupun yang sudah berwarna merah.

hama ulat
foto: pixabay

Hama ulat lebih sering menyerang tanaman di malam hari. Saat siang hari, ulat akan bersembunyi di dalam tanah di sekitar perakaran cabai karena sinar matahari sedang terik. Oleh karena itu, pengendalian ulat dapat dilakukan dengan pengolahan tanah yang benar.

Namun, apabila tanaman cabai Anda sudah terlanjur diserang oleh hama ulat, hama tersebut perlu diatasi dengan beberapa langkah, simak ulasannya berikut ini.

Pengendalian mekanis

Pengendalian mekanis dilakukan dengan memungut seluruh ulat yang terlihat di kebun secara manual pada malam hari.

Pengendalian kultur teknis

Pengendalian ini dilakukan dengan pengolahan tanah yang benar. Proses pengolahan tanah yang benar umumnya dilakukan beberapa minggu sebelum lahan digunakan untuk bertanam. Tanah pada lahan harus dibolak-balik terlebih dahulu dan dijemur agar sisa-sisa ulat atau pupa-pupa yang bersembunyi di dalam tanah benar-benar mati.

Pengendalian imago hama

Imago ulat dapat ditangkap dengan cara dipasangkan perangkap berupa sex ferromone “ugratas” di areal yang terserang. Ugratas berbentuk seperti sonar plastik kecil berwarna merah.

Bagian ujung perangkap ini dipotong, kemudian digantungkan di dalam botol bekas air mineral yang telah diberi lubang. Lubang dibuat menggunakan pisau hingga membentuk huruf “X”. Keempat sisi lubang ini dilipat ke dalam agar imago yang masuk akan sulit keluar lagi.

Baca Juga:  Manfaat Daun Pandan yang Bisa Menenangkan Diri

Ugratas yang telah dipotong akan memancarkan aroma birahi dari imago betina sehingga imago jantan akan berusaha mendatanginya. Setelah terperangkap, populasi imago jantan akan menurun sehingga imago betina tidak terkawini. Akibatnya, populasi ulat akan menurun drastis.

Sanitasi lingkungan

Pencegahan hama juga perlu dilakukan dengan sanitasi lingkungan seperti menyiangi gulma yang berada di seluruh area kebun.

Insektisida

Insektisida hanya dapat mengendalikan ulat pada fase (instar) awal. Bila telah memasuki instar akhir (3—4), ulat akan sulit dikendalikan. Penyemprotan beberapa saat setelah telur menetas sangat membantu menurunkan populasi ulat. Oleh karena itu, lakukan penyemprotan pada malam hari.

Insektisida yang dapat digunakan sangat bervariasi, antara lain Decis (1 ml/I air), Atabron (1 ml/l air), dan Prevathon (1 ml/l air).

Masih ada banyak permasalahan bertanam cabai lainnya yang sering dialami oleh petani. Permasalahan tersebut sebagian besar telah dibahas dan dijawab oleh pakar dan praktisi di buku Mengatasi Permasalahan Bertanam Cabai. Untuk mendapatkannya sebagai referensi usaha berkebun, Anda bisa langsung menghubungi WhatsApp admin Penebar Swadaya.