Jurus Mengawinkan Ikan Cupang

Pertanianku — Proses mengawinkan ikan cupang diawali dengan meletakkan dedaunan, seperti daun pisang, daun mangkokan, ataupun daun ketapang kering. Anda juga bisa mengganti daun tersebut dengan tanaman air seperti eceng gondok atau kiambang di dalam wadah pemijahan. Daun atau tanaman air tersebut berguna sebagai tempat bagi ikan jantan untuk menempelkan sarang busa yang akan dibuat.

mengawinkan ikan cupang
Foto: dok. Pertanianku

Selain itu, tanaman tersebut juga digunakan oleh cupang sebagai tempat untuk bercengkerama dan bersembunyi.

Setelah semua sarana prasarana pemijahan selesai dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah mempertemukan induk jantan dan induk betina. Ada dua cara untuk mempertemukan kedua induk cupang.

  • Cupang jantan dimasukkan terlebih dahulu ke wadah pemijahan. Selanjutnya, cupang betina dimasukkan ke wadah pemijahan tanpa menunggu pejantan membuat sarang busa terlebih dahulu.

Hal ini dinilai berisiko karena bisa terjadi pemijahan sebelum sarang busa banyak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan jumlah telur yang menempel tidak optimal. Selain itu, apabila kedua induk tidak cocok, induk akan berkelahi.

  • Cupang jantan dimasukkan terlebih dahulu ke dalam wadah pemijahan. Setelah itu, siapkan botol bening di dalam wadah pemijahan. Botol tersebut berguna sebagai tempat cupang

Kehadiran betina di dalam kolam dapat membuat jantan menjadi birahi dan mulai membuat sarang busa. Cara ini dinilai efektif membuat pejantan fokus membuat sarang busa dan tidak mengejar cupang betina. Setelah jumlah busa yang dibuat sudah cukup banyak, cupang betina dimasukkan ke wadah pemijahan.

Kedua induk cupang yang sudah cocok akan terlihat tenang. Cupang jantan akan menggiring betina yang mengikutinya di belakang ke sarang busa. Cupang jantan pun akan membelit sang betina selama beberapa saat. Setelah itu, induk betina akan mengeluarkan telur dan jantan akan membuahi telur tersebut. Telur yang berjatuhan akan ditangkap oleh cupang jantan dengan mulutnya, kemudian telur tersebut ditempelkan ke sarang busa.

Baca Juga:  Budidaya Kodok, Hewan Amfibi Bernilai Ekonomi

Proses perkawinan cupang bisa terjadi berulang-ulang setelah induk jantan menempelkan telurnya di sarang. Proses ini berlangsung selama 3—4 jam. Dalam kurun waktu tersebut, induk bisa menghasilkan telur sebanyak 1.000—2.000 butir.

Setelah proses pemijahan selesai, induk jantan akan merawat telurnya dan peran induk betina sudah usai. Anda bisa memindahkan induk betina ke wadah pemeliharaan untuk memulihkan kondisinya agar bisa melakukan perkawinan.

Induk jantan akan melindungi telur dari hama dan membuat busa baru apabila busa lama rusak. Umumnya, telur tersebut akan menetas dalam waktu tiga hari.