Jurus Mengendalikan Hama Bawang Merah yang Ramah Lingkungan

Pertanianku — Tak dimungkiri, hama menjadi salah satu hambatan yang sering kali menyebabkan petani merugi karena pendapatannya berkurang, bahkan mengalami gagal panen. Mengendalikan hama bawang merah harus dilakukan dengan tepat agar hama yang menyerang bisa benar-benar hilang dari area tanam. Selain itu, pengendalian yang benar dan ramah lingkungan bisa menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar.

hama bawang merah
foto: Pixabay

Ulat grayak

Ulat grayak termasuk ulat yang bisa menyerang berbagai tanaman. Ulat grayak yang masih muda berwarna hijau seperti rumput. Setelah dewasa akan berubah warna menjadi hijau atau cokelat dengan garis kuning. Panjang tubuhnya sekitar 25 mm. Ulat ini biasanya masuk ke daun dan memakan daun hingga meninggalkan bercak putih panjang seperti membran.

Serangan ulat grayak yang cukup parah dapat menyebabkan tanaman habis dalam semalaman, kemudian tanaman layu dan mati.

Pengendalian ulat dapat dilakukan dengan mengambil ulat pada malam hari ketika ulat sedang aktif ataupun melakukan rotasi tanaman. Jika bawang merah ditanam di sawah, lahan perlu digenangi selama 24 jam sebelum ditanam agar ulat dan pupa mati.

Kutu trips

Kutu trips menyerang tanaman bawang merah saat hujan jarang turun dan suhu tinggi. Hama bawang merah ini akan mengisap cairan daun hingga terlihat bercak putih pada daun. Jika kondisi tersebut dibiarkan, daun akan mati dan mengering.

Kutu trips dapat diatasi dengan menggenangi lahan terlebih dahulu sebelum digunakan apabila bawang merah ditanam di sawah. Selain itu, lakukan rotasi dengan tanaman yang bukan inang kutu, menanam bawang merah pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, membersihkan gulma di sekitar area pertanaman, dan semprot dengan insektisida alami tanaman yang sudah terserang kutu.

Baca Juga:  Ketahui Umur Panen Sayuran

Nematoda umbi

Nematoda umbi yang menyerang bawang merah juga bisa menyerang bawang putih dan bawang bombai. Tanaman yang sudah terserang nematoda akan terlihat daunnya memucat, lemah terkulai, bagian ujung mati, dan berpilin. Nematoda yang menyerang saat pertumbuhan umbi mulai membesar akan menyebabkan umbi lunak dan bertepung.

Hama ini bisa dikendalikan dengan menanam umbi yang sehat dan bebas nematoda, pilih lokasi penanaman yang sehat dan bebas nematoda, serta menanam kenikir sebelum menanam bawang merah.