Jutaan Ikan Mati di Timika


Pertanianku – Jutaan ikan mati di Pelabuhan Amamapare yang berjarak 30 kilometer dari Kota Timika, Papua tiba-tiba mati. Terkait hal tersebut, PT Freeport Indonesia menegaskan bahwa kematian massal ikan di sejumlah sungai ujung tanggul barat pengendapan tailing hingga kawasan Cargo Dok Pelabuhan Amamapare, belum lama ini sebagai akibat dari fenomena alam, bukan lantaran limbah tailing dari Freeport.

Jutaan Ikan Mati di Timika

“Yang jelas itu fenomena alam. Setiap tahun terjadi hal seperti itu. Hanya saja kebetulan kali ini lokasi ikan yang mati itu dekat dengan area pengendapan tailing,” ujar Eksekutif Vise President PT Freeport bidang Sustainable Development Sonny ES Prasetyo di Timika, Papua, sepebagaimana dikutip Antaranews (19/4).

Sonny mengungkapkan terkait kasus tersebut Pemkab Timika sedang berupaya mencari data yang akurat. Terutama melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel ikan yang ditemukan mati. “Kita tunggu saja hasilnya. Tapi yang jelas ini karena faktor alamiah. Ikan yang mati itu merupakan ikan migran mengikuti arus dan ketersediaan plankton makanan sehingga masuk ke perairan yang lebih dangkal. Ikan-ikan yang mati itu bukan ikan lokal.”

Berdasarkan kajian Departemen Lingkungan Hidup PT Freeport, jutaan ikan yang mati merupakan jenis ikan sarden. Ikan-ikan tersebut bermigrasi dari laut dengan mengikuti arus. Populasi ikan sarden tersebut biasanya hidup di laut dengan kedalaman sekitar 100 meter di bawah permukaan laut.

Wakil Bupati Timika Yohanis Bassang bersama sejumlah anggota DPRD setempat menggelar inspeksi mendadak atau sidak ke kawasan pengendapan tailing Freeport di Tanggul Barat yang menjadi lokasi ditemukannya jutaan ikan yang mati tersebut. Dalam kegiatan sidak tersebut, tim Pemkab Mimika dan Departemen Lingkungan Hidup PT Freeport mengambil sejumlah sampel ikan yang mati untuk selanjutnya diteliti di laboratorium.

Baca Juga:  Buaya Muara Tertangkap di Halaman Rumah Warga

Yohanis Bassang mengungkapkan dugaan sementara kematian massal ikan tersebut karena bermigrasi dari laut dalam ke perairan dangkal. “Kami masih menunggu hasil uji laboratoriumnya seperti apa. Sampel ikan dan air sungai dari lokasi itu sudah diambil untuk diteliti.”

Bassang meminta kepada Freeport jangan menutup-nutupi soal berbagai kandungan kimiawi pasir sisa tambang alias tailing yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat setempat. “Kalau memang ikan-ikan ini mati akibat limbah Freeport, perusahaan harus terbuka kepada masyarakat, jangan di tutup-tutupi.”

loading...
loading...