Kakap Putih, Ikan Bernilai Ekonomis Tinggi


Pertanianku — Ikan kakap putih atau Lates calcalifer merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan cukup laris di pasaran. Permintaan ikan kakap putih cukup tinggi karena ikan ini memiliki daging yang tebal dan putih, sedikit tulang serta enak dan gurih.

kakap putih
Foto: Google Image

Ikan kakap putih memiliki warna tubuh putih keperakan yang mendominasi terutama pada bagian perutnya. Kakap putih memiliki bentuk memanjang agak pipih, ukuran panjangnya mencapai 170 cm dan berat lebih dari 50 kg.

Penyebaran

Ikan ini memiliki wilayah penyebaran yang sangat luas. Penyebaran ikan ini, yaitu mulai dari Lautan Teduh dan Samudera Hindia yang meliputi perairan sekitar Australia, Papua Nugini, Filipina, Cina, Vietnam, Thailand, Indonesia, India, dan sekitar Laut Merah.

Distribusi ikan kakap putih terdapat di seluruh wilayah pesisir Indonesia, wilayah Pasifik Barat (dari tepi timur Teluk Persia ke Cina ,Taiwan selatan, Jepang selatan, ke Papua Nugini , dan Australia bagian utara, di barat Australia, dan dapat ditemukan di sungai serta di sepanjang pantai dari Teluk Exmouth ke wilayah perbatasan utara.

Buidadaya

Permintaan terhadap kakap putih yang laris di pasaran mengakibatkan peningkatan jumlah penangkapan yang hampir over-fishing. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya over-fishing yang dapat mengancam kehidupan ikan kakap putih di alam, sistem budidaya merupakan solusi terbaik.

Saat ini, produksi kakap putih terbesar, yaitu hasil panen dari usaha budidaya kakap putih tersebut. Walaupun sektor penangkapan juga masih menyumbang total produksi kakap putih di Indonesia, tidak sebesar jumlah yang disumbangkan oleh sektor budidaya.

Kakap putih Indonesia

Produksi kakap putih di Indonesia masih 8.000 ribu ton yang terus ditingkatkan oleh KKP dengan program pemberian benih unggul kakap putih. Tujuannya, meningkatkan usaha budidaya kakap putih di Indonesia.

Baca Juga:  Begini Cara Pemanenan Ikan Patin yang Benar

Namun, produksi kakap putih pada 2016 tidak sampai 2 ribu ton. Padahal, potensi yang dimiliki Indonesia berada di kisaran 1 juta ton.