Kalsel Jadi Sentra Pangan Baru dengan Program Serasi

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menerapkan program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) pada 2019 ini di Kalimantan Selatan (Kalsel). Seperti arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa lahan rawa yang dimiliki Kalsel bisa jadi sentra pangan baru dengan program Serasi.

“Karena itu, kita harus garap lahan rawa, tanami padi, sayuran, itik, dan ikan untuk sejahterakan petani. Pembangunan hortikultura tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa,” kata Amran seperti dikutip dari laman Republika (3/2).

Kebutuhan komoditas hortikultura selama ini masih didatangkan dari Pulau Jawa. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Hortikultura Suwandi mulai mendorong petani luar Jawa, termasuk Kalsel untuk menjadi sentra baru produk komoditas hortikultura, salah satunya bawang merah.

Suwandi menambahkan, bawang merah varietas Tajuk dan Super Philip yang dihasilkan petani Tapin, sudah memenuhi standar ekspor.

“Selain mendapatkan harga yang lebih baik, ekspor bawang merah akan memacu petani memperbaiki cara budidayanya agar produknya bisa bersaing,” ujarnya.

Kalsel juga mulai tumbuh menjadi sentra baru sayuran. Ini dibuktikan dengan Kelompok Tani Ngudi Rahayu Kelurahan Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru yang diketuai Sargim bertanam sayuran di lahan seluas 31 hektare. Mereka menanam cabai rawit merah keriting dan tomat secara tumpang sari.

“Kenyataannya hasil panen cabai setengah ton per minggu dari KT Ngudi Rahayu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat setempat bahkan sebagian dipasarkan ke Banjarmasin,” ungkap Sargim.

Selain cabai dan tomat, Kelompok Tani Ngudi Rahayu juga mulai menanam bawang merah. Surono, salah seorang petani di kelompok tani ini sudah mulai menanam bawang merah di lahan seluas 1.000 m2 dengan bibit 35 kg varietas Super Philip dari Probolinggo.

Baca Juga:  Sudah Saatnya Milenial Bertanam di Lahan Pekarangan

“Saya baru saja panen sebanyak 3 kuintal bulan Desember lalu. Hal ini menambah keyakinan menanam hortikultura khususnya cabai dan bawang merah cukup menguntungkan untuk menambah penghasilan,” kaya Surono.

Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong petani menerapkan budidaya ramah lingkungan. Salah satunya dengan mengaplikasikan lebih banyak bahan organik dan bahan pengendali biologi, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan, sampai pascapanen.

“Semoga dengan kegigihan petani sayuran di lahan rawa, dapat menghasilkan sayuran yang sehat dan aman konsumsi serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ujarnya mengakhiri.

Loading...