Kambing Pygmy, Kambing Mungil yang Lucu

Pertanianku — Kalau selama ini Anda hanya mengenal kambing sebagai hewan ternak, berarti Anda masih belum tahu jenis kambing pygmy. Kambing ini berukuran cukup kecil dengan penampilan yang sangat menggemaskan dan termasuk jenis kambing yang sering dipelihara sebagai hewan peliharaan, bukan hewan ternak. Sosoknya semakin unik dengan motif pada badannya yang terdiri atas warna putih dan hitam.

kambing pygmy
foto: Pixabay

Warna tubuh kambing kerdil tersebut cukup bervariatif, mulai dari putih karamel, medium karamel, hingga dark karamel. Selain itu, ada juga beberapa kambing yang berwarna perak abu-abu hingga hitam merata.

Kambing pygmy berasal dari Lembah Kamerun Afrika Barat. Jenis kambing ini didatangkan ke Amerika Serikat pada 1950 untuk penelitian dan pengembangan. Pada mulanya, kambing ini dikenalkan pada sebuah pameran, ternyata animo masyarakat terhadap kambing mungil ini cukup tinggi sehingga menyebabkan popularitasnya meningkat.

Tinggi kambing ini maksimal hanya sekitar 58 cm dengan bobot badan untuk kambing betina sekitar 23—34 kg dan kambing jantan 27—30 kg. Kambing mungil ini memiliki thurl dan cakar embun seperti anjing.

Tanduk kambing pygmy akan keluar seiring dengan bertambah usia. Meskipun mulanya tanduk kambing ini tidak begitu terlihat sehingga menyebabkan pygmy lebih mirip dengan anjing. Penampilannya yang mungil terlihat semakin lucu dengan bentuk wajah yang menggemaskan.

Sebagai hewan peliharaan, pygmy terkenal sebagai kambing yang tenang dan ramah. Tak heran, banyak orang yang menyukai kambing menggemaskan ini. Sifat alamiah kambing ini senang bergerak dan termasuk hewan yang cukup aktif. Sebagai kambing peliharaan, pygmy sering diikutsertakan dalam berbagai kontes.

Pygmy sebenarnya lebih terkenal sebagai hewan peliharaan karena memiliki penampilan yang unik. Namun, daging kambing pygmy juga dapat dikonsumsi karena kualitas dagingnya yang baik, empuk, lembut, dan lezat. Selain penghasil daging, pygmy juga menghasilkan susu yang melimpah. Pygmy yang diternakkan dapat menghasilkan susu secara terus-menerus. Susu yang dihasilkan pun terbilang banyak.

Baca Juga:  Kandungan Nutrisi Cacing Sutera, Pakan Alami yang Sangat Diandalkan

Namun, hingga saat ini masih sedikit peternak yang memanfaatkan pygmy sebagai penghasil daging dan susu. Oleh karena itu, kambing ini lebih sering dipilih sebagai kambing hias.