Kampung Ikan Gabus Haruan di Kalimantan

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan program kampung perikanan budidaya tawar, payau, dan laut yang berbasis kearifan lokal. Kali ini KKP kembali meresmikan Unit Produksi Gabus Haruan dan Unit Produksi Magot di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (8/1).

gabus haruan
foto: KKP.go.id

Unit Produksi Gabus Haruan dibangun di lahan seluas 1.000 m2 dengan tujuan menghasilkan induk unggul untuk pembudidaya ikan. Target produksi induk unggul mencapai 25–30 ribu ekor per tahunnya. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan induk yang ditangkap dari alam. Pasalnya, penangkapan dari alam dapat menyebabkan keberlanjutan ekosistem perairan umum terganggu.

Induk gabus haruan yang dihasilkan dari unit ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain induk yang sudah terdomestikasi, adaptif terhadap lingkungan budidaya, memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit, dan memiliki kemampuan telusur sumber benih.

Unit ini juga bisa menjadi model usaha produksi benih dengan kapasitas produksi yang mencapai 1 juta benih/tahun. Model teknologi pembenihan yang digunakan pada Unit Produksi Gabus Haruan cukup mudah diadopsi oleh masyarakat karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan biaya investasi yang relatif murah.

Model tersebut diharapkan dapat mengundang para stakeholder yang ingin melakukan budidaya ikan gabus haruan. Gabus ini terkenal memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Bahkan, gabus haruan merupakan salah satu komoditas yang mampu memengaruhi inflasi daerah.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong keberlanjutan ikan endemik, termasuk ikan gabus haruan di Kalimantan Selatan.

Tb. Haeru Rahayu mengatakan, ikan gabus ini sangat populer dengan tingkat permintaan dan nilai ekonomi yang tinggi. Sayangnya, keberadaan ikan endemik ini di perairan terus menurun karena penangkapan secara berlebihan. Itu sebabnya perlu dibudidayakan.

Baca Juga:  KKP Kejar Target 2022 dengan Mengakselerasi Dua Program Terobosan

“Hal tersebut sejalan dengan program prioritas KKP dalam pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal,” ujar Tebe seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Pembangunan kampung budidaya memiliki dua tujuan, yaitu meningkatkan perekonomian daerah dan ketahanan pangan. Tujuan kedua adalah mendukung keberlanjutan ikan-ikan endemik lokal.