Kandang Sapi Berdasarkan Tujuan dan Pola Pemeliharaan


Pertanianku – Perkandangan sapi potong sesuai dengan tujuan dan pola pemeliharaan dapat dibedakan kandang pembibitan, pembesaran, dan penggemukan. Adapun kandang pendukungnya adalah kandang beranak atau kandang laktasi, kandang pejantan, kandang perawatan, dan kandang paksa.

Sapi kupang_depok_091110 (10)

1. Kandang pembibitan

Kandang untuk pembibitan digunakan untuk pemeliharan induk/calon induk dengan tujuan untuk menghasilkan anak atau pedet sampai sapih Kandang kelompok beratap seluruhnya. Pengaruh lingkungan, seperti hujan dan matahari langsung dapat diminimalkan umur 4—7 bulan. Penggunaan tipe kandang untuk program pembibitan sapi potong sesuai program perkawinannya, yaitu menggunakan kandangindividu atau kandang kelompok. Kandang individu dapat digunakanuntuk perkawinannya sistem kawin suntik (IB) atau dibawa ke pejantansesuai dengan keinginannya. Kandang kelompok, yaitu kawin dengan pejantan yang ada dalam kandang tersebut.

Pada kandang individu dapat menerapkan pola pemeliharaan indukdengan memperhatikan aktivitas reproduksinya (saat berahi) untuk dibawa  ke kandang kawin dengan menggunakan pejantan yang diinginkan. Induk yang telah bunting (7—8 bulan) pada kandang individu ditempatkan pada kandang beranak/laktasi sampai pedet disampih umur 4—7 bulan.

Pola pemeliharaan pada kandang kelompok dengan segeramenempatkan induk yang bunting (7—8 bulan) pada kandang beranak sampai anaknya berumur 2 bulan. Setelah laktasi 2 bulan, indukdikembalikan pada pada kelompok semula atau kandang lain yang berbeda pejantannya.

2. Kandang beranak

Kandang beranak atau kandang menyusui adalah kandang untukpemeliharaan khusus induk atau calon induk yang telah bunting tua (7—8  bulan) sampai menyapih pedetnya. Tujuannya untuk menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup pedet. Kandang beranak termasuk kandang tipe individu yang dilengkapi dengan palungan pada bagian depan, selokan pada bagian belakang ternak, serta belakang kandang dilengkapi dengan halaman pelumbaran.

Lantai kandang selalu bersih, kering, dan tidak licin. Konstruksi pagar pelumbaran lebih rapat untuk menjamin pedet tidak keluar kandang. Luas kandang beranak mempunyai ukuran 3 m x 3 m termasuk palungan di dalamnya.

Baca Juga:  Fakta Baru! Lemak Susu Bisa Hindarkan Penyakit tak Menular

3. Kandang pembesaran

Kandang pembesaran untuk memelihara pedet lepas sapih (umur4—7 bulan) sampai dewasa (umur 18—24 bulan). Konstruksi kandang pembesaran untuk pedet lepas  sapih harus menjamin ternak tidak bisa keluar pagar serta mampu mencapai pakan di dalam palungan. Kapasitas kandang untuk pembesaran per ekor sebesar 2,5—3 m. Tata laksana yang perlu mendapat perhatian untuk kandang pembesaran tipe kelompok adalah kepadatan yang berkaitan dengan kecukupan sarana (palungan), dan kondisi ternak yang dipelihara. Dalam satu kandang, harus mempunyai kondisi badan yang hampir sama untuk menghindari persaingan sesamanya. Setelah dari kandang pembesaran, dilakukan pemisahan antara jantan dan betina, yaitu ternak jantan dipelihara pada kandang penggemukan atau sebagai calon pejantan dan yang betina sebagai replacement stock untuk calon induk.

4. Kandang penggemukan

Kandang penggemukan dimanfaatkan untuk memelihara sapi jantan dewasabeberapa bulan sampai mencapai bobot tertentu. Lama pemeliharaan ternak pada kandang penggemukan berkisar 4—12 bulan, tergantung kondisi awal ternak (umur dan bobot badan) dan ransum yang diberikan. Tipe kandang untuk penggemukan ternak jantan dewasa sebaiknya tipe kandang individu untuk menghindari perkelahian sesamanya. Model kandang penggemukan dapat menggunakan sistem kereman yang dibuat lebih tertutup rapat dan sedikit gerak untuk mengurangi kehilangan energi dan mempercepat proses penggemukan.

5. Kandang pejantan

Kandang pejantan adalah kandang untuk pemeliharan sapi jantan yangkhusus digunakan sebagai pemacek. Tipe kandang pejantan adalah  individu yang dilengkapi dengan palungan (sisi depan) dan saluran pembuangan kotoran pada sisi belakang. Konstruksi kandang pejantan harus kuat serta mampu menahan benturan dan dorongan serta memberikan kenyamanan dan keleluasaan bagi ternak.

6. Kandang paksa

Kandang paksa atau lebih dikenal dengan kandang jepit adalah untukmelakukan kegiatan perkawinan IB, perawatan kesehatan (potong kuku),  dan lain sebagainya. Ukuran kandang paksa, yaitu panjang 110 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 110 cm. Bagian sisi depan kandang dibuat palang untuk menjepit leher ternak.

Baca Juga:  Lebih Sehat Daging Kambing atau Daging Domba? Ini Jawabannya!

7. Kandang karantina

Kadang karantina menggunakan kandang khusus mengisolasi ternak dari ternak yang lain. Tujuannya untuk pengobatan dan pencegahanpenyebaran suatu penyakit. Kandang karantina letaknya terpisah dari kandang yang lain.

 

Sumber: Buku Beternak Sapi Limousin

 

loading...
loading...