Kandungan Gizi Ikan Gabus

Pertanianku – Ikan gabus merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup di perhitungkan di Indonesia. Selain memiliki rasa yang nikmat dan lezat ikan gabus sendiri memiliki kandungan gizi yang luar biasa.

Kandungan Gizi Ikan Gabus

Salah satu bahan pangan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi pasca operasi adalah ikan gabus. Ikan gabus banyak dijual di pasar tradisional dan modern, umumnya dalam bentuk kering asin.

Salah satu kandungan gizi ikan gabus yang sangat diperlukan yaitu albumin. Fungsi albumin adalah jenis protein yang mempercepat penyembuhan pasca operasi dan pasca persalinan untuk memperbaiki sel dan fungsi jaringan. Zat yang terkandung di dalamnya adapat membantu pertumbuhan anak dan menambah berat badan.

Secara umum sebenarnya tidak ada pantangan makan bagi pasien pascaoperasi, kecuali bila menderita alergi atau mendapat pesan khusus dari dokter. Sehabis menjalani operasi usus misalnya, tentu kita tidak boleh mengonsumsi makanan yang sulit dicerna. Sebaliknya, pasca operasi persalinan, makan banyak merupakan solusi untuk mempercepat proses penyembuhan, terutama makanan kaya protein, vitamin, dan mineral.

Dilihat dari kandungan gizinya, ikan gabus tidak kalah dari ikan air tawar lain yang cukup populer, seperti ikan mas dan ikan bandeng. ikan lain, keunggulan ikan gabus adalah kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Kadar protein per 100 gram ikan gabus setara ikan bandeng, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan lele maupun ikan mas yang sering kita konsumsi.

Kandungan protein ikan gabus juga lebih tinggi daripada bahan pangan yang selama ini dikenal sebagai sumber protein seperti telur, daging ayam, maupun daging sapi. Kadar protein per 100 g, telur 12,8 g, daging ayam 18,2 g, dan daging sapi 18,8 g. Nilai cerna protein ikan juga sangat baik, yaitu mencapai lebih dari 90%.

Baca Juga:  Jenis Cumi-cumi yang Ada di Indonesia

Selain itu, protein kolagen ikan gabus juga lebih rendah dibandingkan dengan daging ternak, yaitu berkisar 3–5 persen dari total protein. Hal tersebut yang menyebabkan tekstur daging ikan gabus lebih empuk jika dibandingkan dengan daging ayam ataupun daging sapi.

Rendahnya kolagen menyebabkan daging ikan gabus menjadi lebih mudah dicerna bayi, kelompok lanjutt usia, dan juga orang yang baru sembuh dari sakit. Bayi memerlukan asupan protein tinggi, tetapi belum memiliki saluran pencernaan yang sempurna.

Keunggulan protein ikan gabus lainnya adalah kaya akan albumin, jenis protein terbanyak (60%) di dalam plasma darah manusia. Peran utama albumin di dalam tubuh sangat penting, yaitu membantu pembentukan jaringan sel baru.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. Dr. Nurpudji A. Taslim dari Universitas Hasanudin, Makassar, menunjukkan kadar albumin pasien di RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Sulawesi Selatan, meningkat tajam setelah beberapa kali mengonsumsi ikan gabus. Hal tersebut mempercepat kesehatan pasien.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan pada bagian bedah RS Umum Dr. Saiful Anwar Malang. Hasil uji coba tersebut menunjukkan pemberian 2 kg ikan gabus masak setiap hari kepada pasien pascaoperasi dapat meningkatkan albumin dari kadar yang rendah (1,8 g/dl) menjadi normal.

 


loading...