Kandungan Gizi Kentang yang Dapat Mengurangi Risiko Kanker

Pertanianku— Kentang termasuk makanan pokok karena dapat memberikan energi. Oleh karena itu, bahan pangan ini sering digunakan untuk menggantikan nasi. Gizi kentang terbilang lengkap dan kandungan karbohidrat kentang terbilang lebih tinggi dan kompleks.

gizi kentang
foto: pixabay

Sebelum masuk ke alirah darah, karbohidrat kompleks harus dipecah menjadi glukosa selama beberapa saat. Hal ini penting diperhatikan oleh penderita diabetes mellitus karena tidak langsung menaikkan kadar glukosa setelah mengonsumsinya.

Dalam 100 gram kentang terdapat 19 gram karbohidrat, 15 gram tepung, 2,2 gram serat makanan, 0,1 gram lemak, 75 gram air, 2 gram protein, 0,08 mg tiamin (vitamin B1), 0,03 mg riboflavin (vitamin B2), 1,1 gram niasin (vitamin B3), 0,25 mg vitamin B6, 37 mg fosfor, dan 23 mg magnesium.

Gizi kentang lainnya yang perlu Anda ketahui adalah solanin. Kandungan tersebut juga bisa Anda temui pada suku Solanaceae. Solanin berkhasiat sebagai penenang (sedatif), antikejang (antikonvulsan), antijamur (fungisidal), dan pestisidal.

Kandungan protein di dalam kentang terbilang setara dengan jagung dan beras, tetapi kentang mengandung lisin, yakni asam amino esensial yang jarang dijumpai pada biji-bijian.

Sebagian besar gizi seperti serat, protein, dan senyawa antikanker yang bernama chlorogenic acid berada di bagian kulit kentang. Oleh karena itu, banyak orang yang memilih mengonsumsi kentang bersama dengan kulitnya.

Kandungan kalium di dalam kentang jauh lebih tinggi daripada pisang. Kalium yang cukup dapat membantu tubuh mengontrol tekanan darah tinggi sehingga Anda tidak perlu rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah.

Kanji atau tepung kentang terdapat di dalam kentang sulit dicerna oleh enzim pencernaan, baik di lambung maupun di usus halus. Kanji tersebut akan timbul di usus besar dalam keadaan utuh dan secara fisiologis dapat meningkatkan kesehatan.

Baca Juga:  Hama Tanaman Nanas yang Perlu Diwaspadai

Kondisi kanji tersebut dapat memadatkan tinja sehingga tidak sembelit, melindungi usus besar dari kanker kolon, meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, menimbulkan rasa kenyang, serta menurunkan simpanan lemak di bawah kulit.

Kadar tepung kentang yang sulit tercerna semakin meningkat jika dimasak. Apalagi, jika kentang yang sudah direbus sudah mulai dingin.