Kapur yang Cocok untuk Kolam Ikan Nila

PertaniankuKolam ikan nila tidak bisa langsung digunakan agar budidaya berjalan lancar. Kolam harus dipersiapkan dan diberi perlakuan. Untuk kolam yang pernah digunakan, harus diperbaiki terlebih dahulu agar kolam siap digunakan kembali.

kolam ikan nila
foto: Trubus

Perbaikan kolam sangat penting dilakukan pada kolam yang sudah dipakai. Pasalnya, selama masa pemeliharaan hingga panen, kondisi kolam mengalami penurunan, bahkan terkadang ada beberapa bagian yang rusak. Salah satu keadaan yang perlu Anda perhatikan adalah kondisi pH kolam. Biasanya, setelah digunakan, nilai pH menjadi lebih rendah.

Nilai pH yang dibutuhkan untuk budidaya nila adalah 7. Apabila nilai pH berada di bawah 7, kemungkinan besar ada berbagai sumber penyakit yang masih hidup di dalam kolam tersebut. Tentu saja kondisi kolam yang seperti ini dapat menghambat proses pemeliharaan berikutnya.  Kondisi ini berbahaya karena pada saat ikan sedang lemah, bakteri atau virus penyebab penyakit dapat menyerang ikan.

Fungsi penting lainnya dari pengapuran adalah meningkatkan efektivitas proses pemupukan kolam agar tidak sulit mengurai bahan organik. Kesulitan mengurai bahan organik dapat menyebabkan tingkat kesuburan kolam menjadi rendah sehingga kandungan pakan alami di dalam kolam juga berkurang. Padahal, pakan alami juga diperlukan untuk menunjang keberhasilan budidaya.

Kondisi pH di dalam kolam bisa diperbaiki dengan pengapuran. Itu sebabnya Anda perlu melakukan pengapuran, terutama pada saat perbaikan kolam. Nilai pH tak hanya berguna untuk menjaga suhu, tetapi juga bisa membasmi bibit penyakit yang masih tersisa, baik itu bakteri maupun virus.

Pengapuran cukup mudah dilakukan. Cara pertama cukup dengan menebar butiran kapur yang sudah kering. Sementara itu, cara kedua adalah dengan menebar kapur yang telah dicairkan. Pembuatan larutan kapur dilakukan dengan melarutkan kapur di dalam tong plastik, lalu menyebarnya ke seluruh permukaan kolam.

Baca Juga:  Pakan Alami yang Cocok untuk Ikan Diskus

Berdasarkan pengalaman, cara pertama dinilai kurang efektif karena pemberiannya kurang merata. Lain halnya dengan cara kedua. Cara ini sangat efektif karena kapur telah dilarutkan sehingga aplikasinya lebih merata. Untuk dosis pengapuran di kolam sekitar 25–50 g/m2.