Kayu Manis Bisa Bantu Bakar Lemak Tubuh


Pertanianku — Sudahtahukah Anda? Kayu manis bisa bantu bakar lemak tubuh. Karena itu, disarankan untuk mencampurkan kayu manis ke dalam makanan. Tapi benarkah demikian?

bakar lemak tubuh
Pertanianku

Penelitian dari University of Michigan Life Sciences Institute menyebutkan, kayu manis mengandung Cinnamaldehyde. Senyawa ini dikatakan dapat membantu kurangi obesitas dengan membakar energi di sel lemak.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para ilmuwan yang dipimpin oleh Jun Wu. Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa kayu manis memang memiliki kemampuan dalam proses pembakaran lemak.

Hal ini dibuktikan dari tes laboratorium pada tikus, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembakaran lemak dengan kayu manis juga efektif jika dilakukan pada manusia.

Mereka mengambil sel lemak manusia yang disebut adiposit dari subjek dengan berbagai usia, etnis, dan indeks massa tubuh yang bervariasi. Ketika sel lemak diberi cinnamaldehyde, sel-sel tersebut mengalami proses thermogenesis atau pembakaran energi.

Seperti dilansir New York Daily News (22/11), Cinnamaldehyde merupakan senyawa organik yang memberikan rasa dan aroma pada kayu manis. Ini dimanfaatkan untuk membuat beberapa produk seperti minyak kayu manis, permen karet, es krim, permen, minuman hingga parfum. Cinnamaldehyde juga digunakan sebagai fungisida dan insektisida alami.

Wu mengatakan, Cinnamaldehyde bisa memicu proses pembakaran lemak secara alami saat tak ada aktivitas. Sehingga senyawa ini bisa digunakan sebagai pengganti rejimen obat tradisional.

Maka tak heran, kini banyak orang yang gemar mengonsumsi makanan hingga minuman yang mengandung kayu manis untuk membantu turunkan berat badan.

Sebenarnya, menurut peneliti, sejak dahulu kala penyimpanan lemak adiposit sudah digunakan oleh nenek moyang sebagai sumber energi. Hal ini karena mereka hanya memiliki sedikit makanan berlemak tinggi sehingga jumlah lemak yang didapatkan tubuh lebih sedikit. Padahal, lemak bisa dijadikan sebagai sumber energi.

Baca Juga:  Ternyata Ini Jenis Gandum Terbaik untuk Kesehatan Anda

Namun, belakangan ini banyak orang yang mengalami kelebihan kalori karena terlalu banyak konsumsi makanan tinggi lemak. Berat badan yang bertambah juga dikaitkan dengan kurangnya olahraga dan asupan makanan berlemak serta gula meningkat. Akibatnya, lemak jadi menumpuk dalam sel yang menyebabkan obesitas.

“Belakangan ini surplus energi menjadi masalah. Ketika Anda kurang aktivitas, secara otomatis proses pembakaran di dalam tubuh akan terhenti,” kata Wu.

loading...
loading...