Kayu Manis Koerintji, Varietas Unggulan Asal Jambi

Pertanianku— Tahukah Anda ada varietas kayu manis unggulan asal Indonesia yang sudah dilepas sejak 2019. Kayu manis tersebut adalah kayu manis koerintji yang berasal dari Jambi. Varietas tersebut merupakan salah satu inovasi yang sudah dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) yang bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Jambi.

kayu manis koerinjti
foto: pertanianku

Kayu manis (Cinnamomum burmanii) merupakan salah satu komoditas ekspor perkebunan yang diunggulkan oleh Indonesia setelah komoditas lada dan pala. Di perdagangan internasional, kayu manis koerintji terkenal dengan nama padang cassia.

Varietas tanaman ini dihasilkan dari genetik kayu manis yang terdapat di tiga blok penghasil tinggi di Provinsi Jambi, seperti di Kerinci yang terdapat di Desa Lempur Tengah, Desa Perikan Tengah, dan Desa Air Betung. Pohon induk dipilih sudah berumur 20—40 tahun dan  memiliki karakter pertumbuhan, produksi, dan penampilan tanaman yang baik serta sesuai dengan standar.

Loading...

Selain itu, pohon induk juga memiliki produksi kulit segar sebesar 126,25—201,51 kg basah per pohon dan produksi kulit kering sekitar 25,41—39,98 kg kering per pohon dengan ketebalan kulit kayu manis yang mencapai 3,65—6,65 mm.

Pohon induk yang menghasilkan kayu manis koerintji mengandung kadar minyak atsiri sebesar 1,29—3,57 persen dan kadar sinamaldehid sekitar 91,88—94,19 persen. Kadar sinemaldehid yang dihasilkan dari kayu manis ini sudah melebihi standar SNI, yakni 50 persen.

Kayu manis varietas unggulan asal Jambi tersebut memiliki karakteristik mutu yang disukai oleh negara-negara pengimpor kayu manis. Pohon induk yang terpilih adalah pohon kayu manis terbaik yang ada di Provinsi Jambi dan sudah menyebar ke berbagai daerah di luar Provinsi Jambi seperti di Sumatera Barat.

Baca Juga:  Jurus Jitu Mengantisipasi Badai La Nina ala Kementan

Pemerintah Provinsi Jambi pun sudah mulai mengembangkan budidaya pohon kayu manis varietas ini dengan menggunakan dana APBD di lahan seluas 20—50 hektare. Selain itu, pemerintah daerah juga sudah mengadakan benih kayu manis koerintji agar bisa dikembangkan lebih luas lagi menjadi usaha yang berskala besar untuk memenuhi kebutuhan kayu manis ekspor.

 

 

 

 

Loading...
Loading...