Keberhasilan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Hayati Terletak pada Air Bersih

Pertanianku — Tanpa menggunakan pupuk dan pestisida pabrikan, Anda tetap bisa menghasilkan hasil panen yang melimpah. Tak hanya melimpah, hasil panen tersebut sudah pasti lebih sehat karena Anda menggunakan pestisida dan pupuk hayati. Pasalnya, tidak ada residu bahan kimia yang tertinggal pada hasil panen.

pupuk hayati
foto: Pertanianku

Pestisida dan pupuk hayati bisa dibuat sendiri tanpa menggunakan bahan kimiawi. Namun, sayangnya, masih banyak orang yang belum paham bahwa pembuatan pupuk atau pestisida ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Terkadang, karena terkesan kotor, pembuatannya dilakukan sembarangan dengan bahan dan alat yang tidak bersih.

Air yang digunakan untuk membuat pupuk harus bersih. Bahkan, air yang digunakan sebaiknya Anda rebus terlebih dahulu untuk mematikan mikroba patogen yang terkandung di dalam air.

Selain air yang harus bersih, wadah dan tangan Anda juga harus dipastikan dalam kondisi steril agar proses pembuatan pupuk atau pestisida berjalan dengan baik. Jika semua persyaratan telah terpenuhi, kemungkinan besar proses pembuatan akan berjalan lancar dan Anda mudah mendapatkan pupuk atau pestisida hayati.

Berbagai macam aneka ramuan pupuk dan pestisida hayati dibahas dalam buku Berkebun Organik Buah dan Sayur terbitan Penebar Swadaya. Terdapat 10 formula pupuk organik yang dibahas dalam buku tersebut, di antaranya pupuk Trichoderma, PGPR, pupuk K, POC Vegetatif 22, ramuan organik tanaman, ramuan organik hama, POC Generatif, pupuk P, MOl buah, dan pupuk N.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat semua pupuk tersebut merupakan bahan alami yang aman untuk tanaman. Misalnya, untuk pembuatan pupuk trichoderma membutuhkan bahan berupa nasi basi, bambu 1 ruas, dan tali plastik.

Cara pembuatan pupuk trichoderma cukup sederhana. Anda hanya perlu memberikan lubang pada kedua ujung bambu, lalu belah dan bersihkan bagian dalamnya. Setelah itu, masukkan nasi basi ke salah satu belahan, dan biarkan belahan lainnya kosong. Selanjutnya, tangkupkan kedua bilah bambu dan ikat rapat dengan tali plastik.

Baca Juga:  Hal-hal yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Menanam Sayur dan Buah

Benamkan sedalam 10—20 cm ke dalam tanah yang subur atau di dekat rumpun bambu selama tujuh hari. Setelah itu, nasi akan ditumbuhi oleh trichoderma yang berbentuk seperti kapas. Anda harus memperbanyak biang trichoderma terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pupuk.

Buku Berkebun Organik Buah dan Sayur bisa menjadi referensi Anda belajar berkebun dengan cara organik. Untuk mendapatkan buku tersebut, silakan menghubungi langsung WhatsApp admin Penebar Swadaya.


loading...