Kebutuhan Cangkul Tanah Air Capai 3 Juta Unit per Tahun

Pertanianku – Kebutuhan cangkul dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan di sektor pertanian sebanyak 3 juta unit per tahunnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih. Hal itu pun tidak menjadi kendala karena bisa dipenuhi oleh produksi perusahaan dalam negeri. Perusahan tersebut merupakan 4 perusahaan BUMN, yaitu PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra, PT Sarinah, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

“Kebutuhan cangkul 3 juta per tahun untuk kebutuhan pertanian. Tidak masalah karena kapasitas dari PT Boma Bisma Indra (BBI) bisa 100 ribu unit per bulan. Kalau harus mengejar 3 juta unit per tahun akan menambah line production,” kata Gati, seperti melansir Republika (23/3).

Selain itu, ia juga menjelaskan kebutuhan cangkul di Indonesia terbanyak ada di daerah yang masih memiliki lahan pertanian yang luas seperti Sumatera. Oleh karena itu, nantinya setelah cangkul ini selesai produksi, pihaknya akan membuka kantor di daerah dengan kebutuhan cangkul terbanyak.

“Kebutuhan cangkul terbanyak ada di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Di Kalimantan juga ada tapi sedikit dan jarang. Nanti kita susun mana kantor perwakilan yang bisa menyediakan stok (cangkul) di daerah yang kebutuhannya terbanyak,” lanjutnya.

Menurutnya, maju dan berkembangnya industri alat perkakas pertanian dalam negeri tidak terlepas dari peran dan kerja sama semua pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri (swasta dan BUMN), asosiasi, dan masyarakat harus bersinergi untuk memajukan industri alat pertanian.

“Untuk itu kami mengajak kepada semua pihak untuk turut mendukung dan mensukseskan keberadaan industri alat perkakas pertanian dalam negeri dengan mencintai, membeli, dan memakai produk alat perkakas pertanian dalam negeri,” tutupnya.

loading...
loading...