Kebutuhan Pakan Ayam Kampung Petelur

Pertanianku — Pemberian pakan bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi ayam. Itu sebabnya Anda harus mengetahui kebutuhan pakan dari tiap jenis ayam yang dipelihara, seperti ayam kampung petelur. Pakan ayam kampung petelur kemungkinan besar akan sedikit berbeda dari pakan ayam kampung pedaging.

pakan ayam kampung petelur
foto: Pertanianku

Ayam petelur membutuhkan 8 gram protein, 3 gram lemak, dan 20–25 gram karbohidrat per kg bobot badan. Kandungan protein sebaiknya bervariasi dari sumber protein nabati dan hewani dengan rasio 1:2.

Pakan yang dibutuhkan pada umur produktif dengan bobot 2 kg sekitar 100 gram/hari dengan kandungan protein 16–17 persen. Kandungan protein inilah yang menjadi patokan untuk menyusun formula ransum.

Selain disesuaikan dengan jenis ayam, penyusunan formula ransum juga harus disesuaikan dengan umur ayam yang terbagi menjadi tiga fase, yakni starter (0–9 minggu), rearing (18–20 minggu), dan dewasa (2 minggu sebelum bertelur).

Starter

Pakan ayam kampung petelur untuk fase starter terdiri atas jagung kuning 20 persen, beras 25 persen, dedak halus 25 persen, bungkil kedelai/kacang tanah 12 persen, kulit kerang 5 persen, tepung ikan 12,5 persen, dan garam dapur 0,5 persen.

Dengan begitu, untuk membuat 100 kg pakan dibutuhkan 20 kg jagung, 25 kg beras, 15 kg dedak halus, 12 kg bungkil kedelai, 5 kg kulit kerang, 12,5 kg tepung ikan, dan 0,8 kg garam dapur. Untuk jumlah pakan lain, angka persen dapat dikalikan dengan total jumlah pakan yang dikehendaki.

Rearing

Pakan untuk fase rearing terbuat dari 46 persen jagung kuning, 22 persen dedak halus, 6 persen bungkil kedelai/kacang tanah, 4 persen kacang hijau, 5 persen bungkil kelapa, 0,5 persen kulit kerang, 1 persen tepung tulang, 0,5 persen kapur, 0,75 persen daun petai cina, 7 persen mineral mix, dan 0,15 persen multivitamin.

Baca Juga:  Efek Samping Buruknya Kualitas Air Minum untuk Ayam Ternak

Dewasa

Komposisi pakan untuk fase dewasa adalah 50 persen jagung kuning, 20 persen dedak halus, 5 persne bungkil kedelai/kacang tanah, 3 persen kacang hijau, 3 persen bungkil kelapa, 1 persen kulit kerang, 2 persen tepung tulang, 2 persen kapur, 6 persen mineral mix, dan 0,5 persen multivitamin.