Serikat Petani: Kedaulatan Pangan Masih Jauh dari Harapan


Pertanianku — Upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan dinilai masih jauh dari harapan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Departemen Luar Negeri BPP Serikat Petani Indonesia (SPI), Zainal Arifin Fuad.

kedaulatan pangan
Google Image

“Hingga tahun ini pemerintah masih melakukan impor pangan dalam jumlah besar,” ujar dia seperti dikutip dari Kompas, Rabu (27/12).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Data Impor Kementerian Pertanian 2017, pemerintah melakukan impor pangan, di antaranya komoditas beras sebanyak 198.000 ton dengan nilai 94,9 juta dolar AS. Dilakukan pula impor kedelai sebanyak 5,417 juta ton dengan nilai 2,211 miliar dolar AS, serta impor gandum sebesar 8.448.267 ton dengan nilai 2,008 miliar dolar AS.

Menurut Zainal, kegagalan ini bukan hanya karena tidak meningkatnya produksi pertanian lokal, tapi juga dampak dari dimenangkannya gugatan Amerika Serikat dan Selandia Baru oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Gugatan tersebut terkait kebijakan perlindungan proteksi Indonesia atas produk hortikultura, hewan, dan produk-produknya pada 22 Desember 2016 lalu.

Cita-cita pemerintah dalam menciptakan peningkatan produksi komoditas pangan dan swasembada pangan di 2017 pun dinilai masih jauh dari target. Hal ini terlihat dari kenaikan harga bahan pangan yang meningkat secara konstan selama delapan tahun terakhir di tingkat eceran.

Berdasarkan data dari SPI, harga beras naik 59,4 persen dari Rp6.737 per kilogram di 2009 menjadi Rp10.739 per kilogram di 2017. Begitu pula dengan komoditas kedelai yang mengalami kenaikan sebesar 35 persen dari Rp7.953 per kilogram di 2009 menjadi Rp10.739 per kilogram di 2017.

Di samping itu, ia juga mengatakan bahwa target penyerapan Bulog, khususnya gabah dan beras sebesar 3,2 juta ton pada 2017 ini tidak akan tercapai. Pasalnya, hingga 20 Desember 2017 penyerapan yang ada baru mencapai 2,15 juta ton.

Baca Juga:  Orangutan Ditemukan Mati Tanpa Kepala, Begini Kata Dirjen KSDAE
loading...
loading...