Kedelai Biosoy, Solusi Mendongkrak Produksi Kedelai Nasional

Pertanianku — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar ada satu juta hektare lahan untuk produksi kedelai. Menanggapi arahan yang diberikan langsung oleh Presiden Jokowi, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian mengembangkan biosoy, kedelai yang dihasilkan dari penelitian Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

biosoy
foto: Pixabay

“Untuk lahan, tahun ini kita targetkan secara nasional 525 ribu hektare dan ke depan bisa mencapai satu juta hektare,” tutur Arif Muliawan Subdit Kedelai Direktorat Akabi seperti dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id.

Akabi menerima benih kedelai biosoy kelas BS sebanyak 60 kg. Benih tersebut akan dimanfaatkan untuk dikembangkan di penangkaran yang terletak di Grobogan, Jawa Tengah.

“Di sana sudah ada 10 ton dan masih ada lagi yang mau panen. Intinya biosoy ini akan kita jadikan salah satu andalan kita untuk bisa mempercepat peningkatan produksi kedelai nasional,” tegas Arif.

Arif menjelaskan sejauh ini produksi kedelai lebih diproritaskan di Pulau Jawa. Namun, jumlah ketersediaan lahan di Jawa sudah semakin terbatas sehingga cara produksi yang akan digunakan ialah tumpang sari dengan komoditas lain. Selain itu, kedelai juga akan dikembangkan di 23 provinsi yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan.

Kepala Balitbangan, Dr. Fadjry Djufry meminta agar jajaran UK-UPT Lingkup Balitbangtan untuk terus membantu dalam penyediaan benih. Selain melibatkan para penangkar untuk menghasilkan benih, Balitbangtan akan mengupayakan perbanyakan benih dengan memanfaatkan lahan-lahan perkebunan, membuka areal tanam baru ataupun lahan potensial lain yang masih belum termanfaatkan.

“Tolong dibantu terkait kedelai ini, terutama dalam menyiapkan benih. Saya juga akan minta kepada unit lain terkait rekomendasi pupuk untuk kedelai,” ujar Fadjry.

Baca Juga:  Kiat Menanam Terung Secara Organik

Upaya peningkatan produksi kedelai mulai dikembangkan oleh pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga kedelai yang baru-baru ini terjadi sehingga menyebabkan banyak pengrajin tempe dan tahu melakukan aksi mogok. Sejauh ini harga kedelai untuk pengrajin telah mengalami penurunan dan pasokan kedelai dipastikan aman.

Peningkatan produksi kedelai diharapkan mampu melindungi Indonesia dari melonjaknya harga kedelai yang terjadi di beberapa negara pada awal 2021.