Kegiatan Pascapanen yang Tepat untuk Menjaga Kualitas Jeruk

Pertanianku — Harga jual buah sangat bergantung pada kualitas buah yang dilihat dari segi rasa dan penampilannya. Oleh karena itu, Anda harus melakukan tindakan panen dan pascapanen yang tepat agar kualitas jeruk yang sudah dipanen dan akan dipasarkan tidak menurun. Umumnya, pascapanen tanaman jeruk yang akan dilakukan ialah sortasi, pengemasan dan pengepakan, serta pengangkutan dan penyimpanan. Berikut ini alur penanganan panen hingga pemasaran yang perlu diterapkan.

kualitas jeruk
foto: pixabay

Panen

Panen dilakukan saat tingkat kematangan buah tepat. Selain itu, panen juga perlu dilakukan pada kondisi yang mendukung dan cara panen yang benar. Jeruk biasanya dipanen sekitar 8 bulan dari saat bunga mekar. Kandungan pati di dalam jeruk rendah sehingga buah yang sudah dipanen tidak akan menjadi masak. Itu sebabnya jeruk perlu dipanen pada waktu yang tepat, yakni saat buah masak dan belum memasuki fase akhir pemasakan buah. Jeruk yang terlalu tua akan kehilangan banyak sari dan energi.

Sortasi dan pencucian

Sortasi bertujuan memisahkan buah yang layak dan tidak layak (sakit, busuk, cacat, terlalu muda/tua, dan lain-lain). Kegiatan ini juga berfungsi memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh pasar atau pemerintah.

Setelah sortasi, buah dicuci untuk membersihkan kotoran dan pestisida. Buah direndam ke dalam air yang sudah dicampur cairan pembersih sekitar 0,5–1 persen, kemudian buah digosok pelan-pelan dengan lap halus atau sikat lunak. Proses pencucian tidak boleh sampai melukai kulit buah. Setelah itu, buah dibilas dengan air bersih dan dikeringkan.

Pemutuan

Pemutuan atau grading dilakukan untuk mengelompokkan buah berdasarkan mutu, seperti ukuran, berat, warna, bentuk, tekstur, dan kebebasan buah dari kotoran atau bahan asing.

Pelilinan

Lilin yang digunakan bisa berasal dari tanaman, hewan, mineral, ataupun sintetis. Lilin yang digunakan tidak boleh memengaruhi buah dan rasa buah, cepat kering, tidak lengket, tidak mudah pecah, mengilap dan licin, tidak mengandung racun, harga murah, serta mudah diperoleh. Lilin yang paling banyak digunakan adalah lilin lebah yang diemulsikan dengan konsentrasi 4–12 persen.

Baca Juga:  Ragam Ramuan Pestisida Nabati yang Mudah Dibuat

Pelilinan pada buah tidak beracun karena menggunakan lilin lebah dan konsentrasinya sedikit. Yang harus dikhawatirkan adalah kandungan pestisida yang belum terangkat, tetapi sudah menyatu dengan lilin.

Labeling dan pengemasan

Pengemasan berfungsi melindungi buah dari luka, mempertahankan mutu, menjaga estetika buah, serta memudahkan pengangkutan, penyimpanan, dan distribusi.

Penyimpanan

Penyimpanan bertujuan memperpanjang umur buah, menampung hasil panen yang berlimpah, menjaga ketersediaan buah jeruk, membantu pengaturan pemasaran, dan mempertahankan kualitas jeruk yang disimpan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, suhu ruang penyimpanan harus dijaga stabil 5–10°C dan kelembapan nisbi sekitar 85–90 persen.