Kegunaan Arang Sekam dan Cara Membuatnya


Pertanianku Kegunaan arang sekam sangat baik untuk tanaman. Para petani biasanya menggunakan arang sekam sebagai campuran pupuk kompos, bokashi hingga media tanam dan media penyemaian.

Kegunaan arang sekam
Foto: Google Image

Secara kimia, arang sekam mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5—7. Arang dari sekam padi juga tidak mengandung garam-garam yang buruk bagi tanaman.

Di dalam tanah, arang sekam mampu memperbaiki struktur fisik, kimia hingga biologi tanah. Selain itu, juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan porositas tanah sehingga tanah tidak hanya menjadi lebih gembur, namun juga lebih mampu menyerap air dengan baik.

Secara biologis, tanah yang gembur adalah media yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya organisme hidup, baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah.

Arang sekam sendiri dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi. Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat arang sekam tidak sulit untuk didapatkan. Anda bisa mendapatkannya di tempat-tempat penggilingan beras, karena di beberapa tempat, sekam padi dianggap limbah. Bahkan, 20—30% dari proses penggilingan padi terbuang dalam bentuk sekam padi. Berikut ini langkah mudah membuat arang sekam.

  1. Proses pembakaran sekam padi biasanya menimbulkan asap yang tebal. Oleh karena itu, usahakan lokasi pembakaran berada jauh dari perumahan atau jalan, agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
  2. Buat alas sebagai tempat pembakaran yang terbuat dari lantai keras dan tahan panas. Jika tidak memungkinkan, alas bagian bawahnya bisa menggunakan seng atau sejenisnya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengambilan arang sekam.
  3. Buatlah api unggun dan bahan bakarnya bisa dengan kertas koran, kayu bakar atau dedaunan. Selanjutnya, nyalakan api, tutup api tersebut dengan silinder yang telah diberi cerobong asap.
  4. Timbunlah ruang pembakaran silinder yang di dalamnya sudah ada nyala api dengan beberapa karung sekam padi. Penimbunan dilakukan sampai sekam padi menggunung ke atas setinggi kurang lebih 1 meter, dengan puncak timbunan cerobong asap menyembul keluar.
  5. Setelah 20—30 menit berselang, atau ketika puncak timbunan sekam padi sudah menghitam, naikkan sekam yang masih berwarna cokelat di bawah ke arah puncak. Ulangi dan lakukan terus hingga keseluruhan sekam padi menghitam sempurna.
  6. Setelah semua sekam rata menghitam, untuk menghentikan pembakaran siramlah dengan air hingga merata. Sebab, arang sekam akan berubah menjadi abu, apabila proses pembakarannya tidak dihentikan.
  7. Setelah disiram dengan rata, suhunya akan menurun. Selanjutnya, bongkarlah gunungan arang sekam, keringkan, masukkan ke karung, dan simpan di tempat kering dan terlindung dari air.
Baca Juga:  Cara Bertanam Tomat Agar Tahan Hama dan Penyakit
loading...
loading...