Kegunaan dan Agroekologi Manggis


Pertanianku – Kayu pohon manggis tidak bisa digunakan sebagai bangunan. Namun, kulit kayunya dapat digunakan untuk ramuan obat tradisional penyakit perut. Kulit buah mengandung zat kimia yang bersifat antibiotik (xanthonin) dan dapat pula digunakan sebagai bahan membuat cat antikarat (cat berwarna hitam yang tahan cuci). Tumbukan kulit buah manggis bila dioleskan pada tangkai manggar (seludang) yang akan disadap dapat merangsang keluarnya cairan nira lebih banyak pada penyadapan kelapa. Daging buah merupakan buah meja yang lezat dan segar.

Kegunaan dan Agroekologi Manggis

Tanaman manggis dapat hidup pada dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl dengan tipe iklim basah. Curah hujan antara 1.500—3.000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Suhu udara rata-rata 20—30o C, pH tanah 5—7, tetapi lebih toleran pada pH rendah (masam) di lahan gambut. Daunnya peka sekali terhadap sinar matahari langsung karena mudah terbakar. Di daerah beriklim agak lembap hingga agak kering, tanaman manggis masih mampu hidup asalkan air tanah agak dangkal. Bibit yang baru dipindah ke kebun harus diberi naungan. Bila tidak, hidupnya akan merana dan daunnya terbakar matahari.

Sumber: Buku Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah

Baca Juga:  Kementan: Meski Paceklik Pasokan Beras Tetap Aman
loading...
loading...