Kehilangan Habitat, Kawanan Monyet Ganggu Pengunjung Taj Mahal


Pertanianku — Dibangun oleh seorang kaisar Mughal untuk istrinya, Taj Mahal dikunjungi 25 ribu wisatawan setiap harinya, yang bakal membeludak hingga 80 ribu pengunjung di musim liburan. Namun belakangan, kenyamanan pengunjung terganggu karena kawanan monyet yang habitatnya tergusur.

kawanan monyet
Foto: Pixabay

Para polisi sudah berupaya untuk mengusir binatang primata itu dengan membidiknya menggunakan ketapel. Kawanan monyet diketahui sering mencuri makanan yang dibawa pengunjung monumen abad ke-17 di utara Kota Agra, India, ini. Sebelum melakukan penghalauan dengan ketapel, penjaga keamanan telah menerapkan larangan membawa makanan ke dalam Taj Mahal.

Tas pengunjung diperiksa di pintu masuk. Jika diketahui ada makanan, langsung dibuang. Pengunjung juga dilarang memberikan makanan kepada kawanan monyet. Kepala pasukan keamanan Taj Mahal, Brij Bhushan mengatakan, polisi menggunakan ketapel buatan lokal untuk menghalau kawanan monyet-monyet itu.

“Sekarang mereka takut jika kami hanya mengacungkan ketapel ini,” katanya, seperti yang dikutip dari Reuters pada Minggu (27/1).

Ada 500—700 monyet rhesus yang tinggal di dalam dan sekitar Taj Mahal. Pada November 2018 diberitakan bahwa seekor monyet melukai bayi berusia 12 hari hingga tewas.Namun demikian Bhushan menegaskan, petugas keamanan yang bersenjatakan ketapel hanya diperbolehkan menghalau kawanan monyet yang mengusik pengunjung, bukan semena-mena menyakiti kawanan monyet.

Tak cuma di Taj Mahal, kawanan monyet juga mulai agresif di New Delhi. Di ibu kota India itu mereka sering masuk ke rumah untuk mengambil makanan dan barang secara acak, seperti telepon genggam. Para ahli mengatakan sikap monyet menjadi agresif karena habitat asli mereka telah tergusur oleh manusia sehingga mereka kesulitan mencari tempat makan dan tempat bermain.

Baca Juga:  Terumbu Karang Lebih Rapuh karena Manusia