Kekurangan Pakan Dapat Menyebabkan Ikan Lele Sakit

Pertanianku — Pakan menjadi faktor penting yang harus dipenuhi tiap hari agar pertumbuhan ikan lele berjalan maksimal. Pemberian pakan ikan lele tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebab, pakan yang kelebihan ataupun kekurangan dapat membuat ikan lele sakit hingga mati.

pakan ikan lele
foto: Pertanianku

Kekurangan pakan menyebabkan sifat kanibalisme ikan lele muncul sehingga ikan akan saling menyerang atau memangsa. Namun, jika sudah tidak ada yang bisa dimakan di dalam kolam, ikan lele yang kekurangan pakan akan mengalami penyakit kuning (jaundice).

Penyakit kuning juga disebabkan oleh pembudidaya memberikan pakan yang sudah kedaluwarsa, pakan disimpan di tempat yang lembap, atau pakan dengan kualitas rendah. Selain itu, pakan yang diberi campuran jeroan ayam secara penuh juga membuat ikan mengalami gejala penyakit kuning.

Kondisi kolam yang ditumbuhi banyak alga merah juga menjadi pemicu penyakit kuning. Meski ada banyak penyebab penyakit ini, tetap saja kekurangan pakan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dan seharusnya bisa dicegah.

Ikan yang terkena penyakit kuning akan menunjukkan gejala perubahan warna tubuh menjadi kuning, kemudian diikuti dengan kematian.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan memberikan pakan ikan lele secara cukup. Selain itu, hindari pemberian pakan berupa ikan rucah dan jeroan ayam secara penuh dan berkelanjutan. Berikan pakan yang masih baru dan berkualitas. Jangan lupa untuk mengganti air kolam secara rutin.

Malapetaka bukan saja hadir ketika pembudidaya tidak memberikan pakan dalam jumlah cukup, melainkan juga saat pemberian pakan yang berlebihan.

Pakan yang berlebihan dapat menyebabkan usus ikan pecah. Kondisi ini disebut dengan Ruptured Instestine syndrome (RIS). Usus ikan pecah karena terlalu penuh sehingga tidak dapat menampung seluruh pakan yang masuk.

Baca Juga:  KKP Perbarui RAN Konservasi Sidat yang Dilindungi Secara Terbatas

Kondisi tersebut bisa dicegah dengan pemberian pakan dalam jumlah yang cukup dan mengganti air kolam secara berkala agar sisa-sisa pakan di dalam kolam terbuang keluar. Penggantian air kolam juga membuat kualitas air kolam menjadi terlebih terjaga dengan baik.