Kelebihan dan Kekurangan Inseminasi Buatan pada Sapi

Pertanianku Inseminasi buatan juga dikenal dengan kawin suntik merupakan teknik mengawinkan sapi dengan cara menyuntikkan mani (semen) ke dalam organ reproduksi sapi betina. Artinya, pejantan tidak mengawini betina secara langsung, tetapi melalui bantuan manusia. Teknik inseminasi buatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan, simak ulasannya berikut ini.

inseminasi buatan
foto: Pertanianku

Kelebihan inseminasi buatan

Program inseminasi memungkinkan peternak untuk tidak memiliki sapi pejantan unggul, tetapi tetap bisa membuat sapi betinanya bunting. Selain itu, Anda tidak perlu melalui proses mengawinkan sapi dengan membawa induk jantan ke kandang betina atau sebaliknya.

Proses perkawinan terjadi lebih mudah, yakni hanya perlu menampung semen dari sapi pejantan unggul. Setelah itu, semen tersebut disuntikkan ke uterus sapi betina yang sedang birahi.

Satu ekor pejantan dapat mengawini puluhan induk yang berada di berbagai daerah. Sperma yang sudah dikumpulkan dari pejantan unggul dapat disimpan dalam kurun waktu yang lama dan bisa digunakan kapan saja ketika dibutuhkan. Dengan begitu, sperma tersebut dapat disimpan ketika induk betina belum birahi dan dapat digunakan saat induk sudah birahi.

Dengan teknik ini, Anda dapat mengatur jarak kelahiran ternak lebih singkat dan teratur.  Selain itu, angka kelahiran menjadi lebih tinggi karena jeda antara kebuntingan lebih singkat.

Perkawinan suntik ini juga dapat mencegah penularan penyakit kelamin asal prosedur inseminasi dilakukan dengan benar. Selain itu, inseminasi dapat menghindari bentrokan fisik saat ternak sedang birahi.

Kekurangan

Proses kawin suntik dapat berhasil apabila sapi betina sedang dalam kondisi birahi atau estrus agar sperma yang disuntikkan ke dalam tubuh sapi betina dapat membuahi sel telur sehingga akan terjadi kebuntingan. Artinya, proses kebuntingan dapat gagal apabila penyuntikan tidak dilakukan ketika induk sedang birahi. Tentu saja hal ini bisa terjadi pada peternak yang kurang memahami cara mendeteksi induk yang tengah birahi.

Baca Juga:  Syarat Pejantan Sapi Unggul Sebagai Penghasil Semen untuk Inseminasi Buatan

Semen pejantan yang tertampung bisa digunakan untuk seluruh induk betina mana saja yang dikehendaki. Namun, Anda harus memerhatikan jenis sapi jantan dan betina yang akan dikawinkan. Jika sperma tersebut berasal dari sapi besar dan disuntikkan ke sapi betina berukuran kecil, besar kemungkinan proses melahirkan akan berjalan lebih sulit.

Penggunaan semen yang berasal dari pejantan yang sama dalam kurun waktu lama dapat memunculkan peluang inbreeding akibat perkawinan sedarah.