Kelebihan dan Kekurangan Kolam Beton untuk Budidaya Ikan Gabus

Pertanianku — Ada banyak jenis kolam yang bisa digunakan untuk ikan gabus, mulai dari kolam terpal yang cukup murah dan mudah dibuat hingga kolam beton yang membutuhkan modal cukup besar. Pada dasarnya setiap jenis kolam ikan gabus memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui. Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum memulai usaha budidaya.

kolam ikan gabus
foto: Pertanianku

Kelebihan kolam beton

Kelebihan kolam beton terletak pada proses perawatan yang mudah dan murah. Hal ini karena kolam tidak mudah rusak, terkikis, atau berlubang akibat diserang oleh hewan yang bersarang di dinding atau dasar kolam. Proses pengeringan kolam yang sering dilakukan sebelum budidaya dapat berjalan lebih cepat sekitar 1—2 hari saja. Jenis kolam ini juga dapat memudahkan Anda untuk mencegah predator dan kompetitor masuk ke kolam.

Sistem pengairan kolam dapat dibuat dengan baik sehingga sirkulasi air, pengeringan kolam, dan juga perawatan menjadi lebih maksimal.

Kolam beton juga dapat mengefisiensikan tempat dengan membuat dinding antarkolam yang memiliki lebih dari satu kolam lebih tipis tapi kuat untuk menahan tekanan air. Kolam ikan gabus yang terbuat dari beton juga dianggap lebih fleksibel, presisi, dan sesuai dengan kebutuhan.

Kolam beton dapat dibangun melebihi ketinggian di atas rata-rata air dengan membuat dinding ekstra.

Kekurangan kolam beton

Kolam yang terkenal kuat dan tidak mudah rusak ini tentu harus dibuat dengan biaya yang lebih mahal sehingga modal yang dibutuhkan pada awal budidaya menjadi besar. Anda bisa menyiasati keterbatasan modal dengan memulai budidaya menggunakan kolam terpal terlebih dahulu.

Kolam yang mahal juga tidak menjamin pertumbuhan ikan. Hal ini karena ikan di kolam beton memiliki pertumbuhan yang relatif lebih lambat dibanding ikan di kolam tanah. Selain itu, tingkat stres ikan di dalam kolam beton terbilang lebih tinggi.

Baca Juga:  Teknik Pemijahan Ikan Lele Secara Alami

Keadaan yang tidak alami di dalam kolam dapat menyebabkan Anda harus rutin mengontrol kondisi kolam agar pH dan suhu air di dalam kolam tidak berubah drastis. Pertumbuhan pakan alami di dalam kolam juga terbilang sulit karena media yang digunakan tidak alami.