Kelebihan dan Kekurangan Kolam Tanah untuk Ikan Gabus

Pertanianku — Kolam tanah sering digunakan oleh masyarakat untuk budidaya berbagai jenis ikan air tawar, termasuk ikan gabus. Kolam tanah dianggap lebih mudah dan murah untuk dibuat. Namun, sayangnya, kolam jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya tiap jenis kolam ikan gabus memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat Anda sesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan.

kolam ikan gabus
foto: Pertanianku

Agar Anda dapat mengantisipasi kekurangan dan kelebihannya, simak ulasan di bawah ini mengenai kolam tanah untuk budidaya ikan gabus.

Kelebihan

Kelebihan kolam tanah yang paling terkenal ialah murah. Pembuatan kolam tidak memerlukan bahan-bahan yang mahal, Anda cukup menggali kolam dengan ukuran yang sudah direncanakan sebelumnya.

Kondisi di dalam kolam tanah terbilang lebih menguntungkan untuk ikan dan Anda karena kadar pH dan suhu di dalam kolam diatur oleh alam. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu sering melakukan pemantauan kondisi di dalam kolam. Pemantauan cukup dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu yang kemungkinan besar bisa menyebabkan perubahan yang signifikan di dalam kolam.

Penggunaan kolam tanah juga dapat menguntungkan Anda karena pakan alami lebih mudah berkembang biak di dalam kolam jenis ini. Pakan alami tersebut berupa plankton dan hewan renik sehingga daya hidup ikan menjadi lebih tinggi.

Kekurangan

Terlepas dari biaya pembuatannya yang murah, dinding atau dasar kolam rawan mengalami longsor dan terkikis ekstrem. Anda harus tepat dalam memilih jenis tanah yang digunakan. Jika tanah tersebut tidak sehat atau mengandung bahaya, ekosistem di dalam kolam menjadi terganggu.

Saat cuaca sedang ekstrem, proses pemantauan terhadap kondisi kolam dan air akan menjadi lebih sulit. Perawatan kolam harus lebih ekstra untuk mengatasi dinding yang terkikis, penambalan lubang, dan mengangkat endapan tanah yang berada di dasar kolam agar kolam tidak dangkal.

Baca Juga:  Resep Membuat Dendeng Lele

Proses pengeringan kolam tanah terbilang lebih lama dibanding kolam lainnya, yakni 3—7 hari. Kondisi kolam yang lebih rendah dari ketinggian air dapat menyebabkan sirkulasi air dan proses pengeringan kolam berjalan lebih lama.

Kolam tanah juga lebih mudah diserang oleh predator alami, seperti katak, ular, linsang, dan burung. Kondisi kolam tanah dapat membuat predator nyaman sehingga predator sering berkunjung ke kolam.