Kelebihan dan Kekurangan Penetasan Telur Itik dengan Entok

Pertanianku Penetasan telur itik dengan entok merupakan penetasan secara alami. Cara ini masih sering digunakan oleh peternak skala kecil di Jawa dan beberapa daerah lain, seperti Sulawesi Selatan, Riau, dan Sumatera Utara.

penetasan telur itik
foto: Pixabay

Entok dipilih untuk menetaskan telur karena memiliki kemampuan mengeram yang sangat baik. Satu ekor entok mampu mengeram telur sebanyak 15–30 butir. Kemampuan ini bergantung pada ukuran, kondisi, dan kualitas entok.

Entok yang dipilih sebaiknya entok yang sehat dan besar. Anda dapat memilih entok berdasarkan sifatnya, seperti kebiasaan makan, membuang kotoran di atas telur, mengeram dalam keadaan bulu basah, frekuensi turun dari tempat mengeram, dan kondisi bulu yang kotor.

Entok dapat mengeram telur secara terus-menerus selama 3–4 bulan. Bahkan, pernah ditemui entok yang mampu mengeram telur selama tujuh bulan secara terus-menerus.

Cara ini sebetulnya sederhana, tetapi memiliki risiko berupa tingkat kematian embrio dan angka kematian DOD (anakan itik) yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan mesin tetas. Kematian tersebut disebabkan oleh kebersihan induk entok yang berpengaruh langsung pada perkembangan embrio. Oleh karena itu, daya tetas telur dapat ditingkatkan dengan memperhatikan faktor kebersihan entok dan telur yang akan ditetaskan.

Telur tersebut sebaiknya difumigasi terlebih dahulu. Selanjutnya, telur dieramkan di dalam sangkar yang bersih dan diatur sedemikian rupa agar setiap butir telur bisa mendapat panas dari entok yang sama.

Penetasan dengan cara ini juga memerlukan peneropongan yang dilakukan pada hari pertama setelah pengeraman. Peneropongan bertujuan mengetahui kondisi telur apakah fertile atau infertile.

Setiap cara penetasan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, begitupun dengan penetasan telur yang dilakukan dengan entok. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan penetasan telur itik dengan menggunakan entok.

Baca Juga:  Parasit Cacing yang Dapat Menyerang Domba

Kelebihan

  • Mudah dilakukan oleh peternak skala kecil.
  • Daya tetas terbilang tinggi.
  • Tidak memerlukan pengawasan intensif, seperti suhu dan kelembapan serta pemutaran telur.

Kekurangan

  • Kapasitas telur yang dapat dierami terbatas.
  • Memerlukan biaya tambahan untuk pemeliharaan entok.
  • Risiko kematian akibat entok yang terlalu lama mengerang tinggi.