Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Organik

Pertanianku — Saat ini penggunaan pupuk organik mulai diterapkan, banyak petani yang sudah mempertimbangkan untuk menggunakannya. Sama seperti pupuk kimia, pupuk organik sekalipun memiliki kelemahan. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya, Anda perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan pupuk organik.

kekurangan pupuk organik
foto: Pertanianku

Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pupuk organik, Anda bisa menggunakannya dengan tepat. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan yang patut diketahui.

Kelebihan pupuk organik

Pupuk organik sering digunakan sebagai pupuk dasar yang diberikan sebelum tanaman ditanam di lahan. Pupuk tersebut terbuat dari bahan yang dihasilkan dari pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia.

Kelebihan pupuk organik yang paling terkenal adalah memperbaiki struktur tanah.  Sementara itu, tugas utama dari pupuk organik ialah menjadi sumber makanan bagi tanaman agar mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah. Pupuk dapat mengembalikan sifat tanah, baik secara kimiawi, fisik, maupun biologis. Penggunaan pupuk organik juga dapat meningkatkan daya serap tanah terhadap air.

Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan kehidupan organisme di dalam tanah. Kandungan unsur hara di dalam pupuk, baik makro maupun mikro terbilang cukup lengkap.

Harga pupuk terbilang cukup murah, apalagi jika di daerah tersebut menyediakan sumber bahan baku pembuatan pupuk organik, seperti limbah peternakan, perkebunan, pertanian, dan lain-lain.

Kekurangan pupuk organik

Pupuk organik tidak bisa digunakan dalam jumlah yang sedikit. Anda harus menggunakannya hingga berton-ton untuk kebutuhan satu hektare lahan, bergantung pada kondisi tanah dan jenis tanaman yang akan ditanam. Banyaknya jumlah pupuk yang dibutuhkan sering membuat petani kesulitan mencari penyuplai pupuk organik dalam jumlah besar.

Penggunaan yang dilakukan dalam jumlah besar dilakukan karena kandungan unsur hara di dalam pupuk tidak begitu banyak. Untuk memenuhi kebutuhan seluruh unsur hara tanaman, jumlah yang digunakan harus besar. Selain itu, cukup sulit menentukan unsur hara yang ada di dalamnya dengan takaran pemupukan.

Baca Juga:  Instore Dryer, Solusi Mengeringkan Bawang Putih di Musim Hujan

Penggunaan pupuk organik juga dianggap kurang praktis karena jumlahnya yang terlalu besar dan kotor. Tak heran, masih banyak petani yang sulit berpindah menggunakan pupuk organik.