Kelembapan Tinggi di Musim Hujan Sangat Rawan Menyebabkan Daun Retak

Pertanianku — Daun menjadi bagian penting dari tanaman karena tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Namun, tak jarang ditemukan fenomena daun retak yang muncul pada beberapa helai daun, bahkan tak jarang daun tersebut sudah tersobek karena retakan melebar. Jika keretakan terjadi pada sayuran daun, hasil panen yang didapatkan akan berkurang.

daun retak
foto: Pertanianku

Salah satu penyebab daun retak yang jarang disadari adalah kelebihan unsur nitrogen. Petani terlalu sering memberikan pupuk nitrogen atau kadar nitrogen pada pupuk yang digunakan terlalu tinggi. Kondisi kelebihan nitrogen semakin diperparah saat tingkat kelembapan sedang tinggi karena terlalu banyak penyiraman atau ketika memasuki musim hujan.

Cara mencegah terjadinya keretakan pada daun adalah dengan penyungkupan. Cara ini sering digunakan untuk memelihara sayuran organik agar sayuran tidak terkena air hujan secara langsung sehingga mampu mencegah embun menempel di permukaan daun.

Permasalahan daun retak sebenarnya cukup penting, meski masih banyak petani yang abai. Pasalnya, daun yang sudah retak dapat mengundang cendawan sehingga membuat proses pembusukan pada tanaman.

Penyungkupan tanaman terbukti mampu mengurangi kegagalan panen, terutama untuk sayuran organik, seperti kailan, pakcoy, selada keriting, bayam, caisim, dan kangkung.

Sungkup yang digunakan adalah sungkup plastik atau jaring serangga. Sungkup plastik akan melindungi tanaman dari terpaan air hujan dan sinar matahari tetap bisa masuk mengenai tanaman. Sementara itu, sungkup jaring serangga dapat membuat intensitas cahaya matahari menjadi berkurang dan kecepatan bulir air hujan mengenai tanaman menjadi berkurang juga sehingga daun tidak retak.

Sungkup yang terbuat dari jaring serangga mampu bertahan lebih lama, sekitar 4 tahun sehingga penggunaan jaring serangga bisa dinilai lebih ekonomis. Proses penyungkupan sudah bisa dilakukan sejak bibit berumur 7 hari atau ketika bibit telah memiliki 2—3 helai daun.

Baca Juga:  Mikroorganisme Lokal dari Keong Mas

Selain proses penyungkupan, petani juga perlu memberikan pupuk dengan kadar yang tepat dan berimbang, seperti terpenuhinya kadar nitrogen, fosfor, dan kalium. Lakukan penyiraman secukupnya, tanaman tidak perlu disiram terlalu sering ketika musim hujan. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan daun terlalu banyak menyerap air. Ketika suhu tinggi, penguapan pada daun akan memicu terjadinya keretakan.