Kelompok Tani Didorong Bentuk Korporasi


Pertanianku — Sejumlah kelompok tani mendapat dorongan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, untuk membentuk korporasi petani melalui Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).

kelompok tani
Foto: Google Image

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemberdayaan petani. Upaya yang dilakukan, yaitu dengan memberikan penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan.

Melansir Republika, Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono mengatakan, saat ini jumlah KEP dalam bentuk koperasi dan PT hanya sebesar 1,08 persen. Jumlah tersebut terbilang kecil dibandingkan jumlah kelompok tani (poktan) di seluruh Indonesia, yaitu sebanyak 576.897 poktan.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa KEP harus dikelola dan sahamnya 100 persen dimiliki oleh petani. Karena itu, pihaknya mendorong KEP menjadi korporasi petani yang berintegritas dengan pihak swasta, BUMD, dan BUMDes.

“Di Jawa Barat, Gapoktan di 9 kabupaten sudah bekerja sama dengan BUMDes dan BUMN. Saham BUMN sekitar 50 persen, sedangkan saham KEP dan BUMDes 49 persen,” ungkapnya, Jumat (9/3).

Ia berharap, KEP bisa lebih diperkuat agar keberadaannya menjadi lebih baik lagi dan berorientasi bisnis sehingga bisa memberikan pendapatan untuk petani. Momon mengaku, dalam memperkuat KEP pihaknya terus mengupayakan agar kapasitas para petani bisa lebih meningkat. Upaya tersebut di antaranya melalui pemberian pengetahuan tentang pemasaran.

Hingga akhirnya, ke depan para petani itu didorong untuk bekerja sama dengan sumber permodalan, perbankan, sampai usaha para petani ini diasuransikan.

Lebih lanjut Momon mengatakan, pihaknya terus mengembangkan Gapoktan Madya yang kini jumlahnya mencapai 21 ribu poktan dan 2.000 poktan di kelas utama agar menjadi KEP yang berbadan hukum. Dengan begitu, nantinya bisa berhubungan langsung dengan sumber permodalan.

Baca Juga:  Efektif! Basmi Hama Ngengat dengan Cara Ini