Kemajuan Teknologi Pertanian Buka Peluang Usaha dan Kerja Baru

Pertanianku Kemajuan teknologi pertanian, selain meningkatkan produksi, juga memberikan peluang kerja dan usaha baru. Misalnya seperti pemanfaatan teknologi alat mesin pertanian (alsintan) yang membuka peluang usaha penyewaan dan tenaga service.

Kemajuan teknologi pertanian
Foto: Google Image

Menurut Chandra (30), seorang pemilik jasa penyewaan alsintan di Lampung, untuk mempercepat pengolahan lahan, saat ini jasa sewa alsintan sudah mulai banyak digunakan petani. Proses yang cepat membuat sistem pengolahan lahan dengan cara tradisional mulai ditinggalkan.

“Tenaga manusia untuk mencangkul lahan sawah bahkan sudah tergantikan Alsintan jenis traktor. Begitu juga saat menanam, yang digunakan alsintan transplater,” tutur Chandra.

Loading...

Chandra melanjutkan, untuk biaya sewa, penyedia jasa traktor pada lahan sawah seluas seperempat hektare dipatok Rp400 ribu. Biaya tersebut sudah mencakup dari proses membajak, menghaluskan hingga lahan sawah siap ditanami.

“Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari bahkan lebih sesuai luasan lahan. Sementara untuk penghalusan galengan atau pemisah antar petak sawah dilakukan dengan cangkul oleh pemilik lahan sawah,” jelasnya.

Sekali masa tanam, Chandra bisa mendapatkan hasil hingga Rp5 juta dari satu traktor. Dia pun menyisihkan penghasilannya untuk memperbaiki alat dan sebagian ditabung membeli alsintan baru.

Sementara itu, pemilik usaha jasa traktor lain, yakni Suroto di Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan mengaku sewa alsintan mulai umum digunakan petani. Sebagian petani yang terbatas modal belum bisa membeli bisa menyewa.

Salah satu anggota kelompok tani Sumber Rejeki tersebut mengaku, selain disewa untuk pengolahan lahan sawah, traktor juga digunakan untuk pengolahan lahan jagung. Potensi tersebut dimanfaatkan oleh penyedia jasa sebagai usaha yang menghasilkan.

“Modal awal belasan juta untuk membeli traktor akan mendapatkan hasil ratusan ribu sekali sewa alsintan dan alat juga bisa digunakan untuk pengolahan lahan sendiri,” ungkap Suroto.

Baca Juga:  Makin Canggih! Yuk, Intip Kebun Mini Modern dalam Ruangan

Keberadaan traktor disebut Suroto membuat petani bisa lebih menghemat. Sebab, sebelumnya dengan menggunakan jasa pengolahan menggunakan tenaga manusia petani bisa mengeluarkan biaya ekstra.

Dedi Triono, salah satu petani jagung yang kerap menggunakan jasa traktor menyebut ia bisa lebih cepat mengolah lahan. Usaha penyediaan jasa traktor tersebut sekaligus sebagai salah satu peluang bagi petani yang memiliki modal cukup.

“Biaya untuk sewa penggunaan traktor relatif terjangkau dan hasil panen tentunya bisa untuk menutupi biaya operasional,” terang Dedi Triono.

Loading...
Loading...