Kementan Ajak Seluruh Kampus di Indonesia untuk Kembangkan Bibit


Pertanianku – Baru-baru ini Kementerian Pertanian RI (Kementan) bekerja sama dengan Dekan Fakultas Pertanian di seluruh tanah air mengembangkan bibit tanaman unggul. Penandatanganan MoU program pengembangan bibit tanaman ini telah dilakukan oleh Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat.

Mentan Amran mengatakan kerja sama ini difokuskan dalam pengembangan bibit unggul yang akan dibagikan kepada para petani di seluruh Indonesia. “Kami tanda tangan MoU seluruh dekan pertanian se-Indonesia, kerja sama dengan para pakar, mereka akan mendampingi penangkar di lapangan kerja sama dengan Kementerian Pertanian, BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) se-Indonesia. Jadi pengawalannya cukup baik. Sehingga menghasilkan bibit-bibit yang unggul,” ungkap Amran, seperti mengutip Republika (17/5).

Pengembangan bibit unggul ini lebih menekankan pada komoditas hortikultura dan perkebunan. Bibit unggul menjadi faktor penting untuk peningkatan produksi. Dengan begitu, ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahkan menjadi negara pengekspor.

Hal ini dikatakan Amran sebagai bagian dari targetnya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045 mendatang. Mengingat potensi besar yang dimiliki Indonesia.

“Contoh lada, kemudian kopi ini lagi baik, dan lainnya yang dibutuhkan. Bawang putih juga,” ujarnya.

Mentan mengatakan sebenarnya sangat mudah menekan impor bawang putih. Sebab, kebutuhannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan beras ataupun jagung. Selain itu lahan yang bisa dikembangkan menjadi penghasil bawang putih pun tidak terlalu besar untuk mencukupi kebutuhan. Oleh karena itu, ia menargetkan bisa menghentikan impor bawang putih dengan program pengembangan bibit unggul ini.

“Bawang putih ini kan masih impor padahal jumlahnya kecil hanya 500 ribu ton hanya butuh 100 ribu hektare. Ketimbang dengan jagung yang 7 juta hektare. Padi 15 juta hektare, jadi tidak terlalu sulit untuk menyelesaikan impor bawang putih,” tambahnya.

Baca Juga:  Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak di Waduk Jangari

Untuk program ini, Amran mengatakan Kementan akan menganggarkan anggaran sekitar Rp2 triliun. Anggaran ini akan disiapkan pada 2018 mendatang.

Mentan pun berharap praktisi pertanian juga bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat terkait pengembangan bibit unggul. Terutama yang merupakan potensi komoditas unggulan di wilayah tersebut.

loading...
loading...