Kementan: Anggaran Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Harus Ditambah


Pertanianku – Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menaikkan anggaran sebesar dua kali lipat yang akan dialokasikan untuk pengembangan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP). Penambahan anggaran tersebut dilakukan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.

“Kan dulunya Rp3 miliar, kami naikkan Rp6 miliar,” kata Menteri Pertanian RI (Mentan) Amran Sulaiman usai menggelar rapat koordinasi dengan para akademisi STPP beberapa waktu lalu sebagaimana dilansir dari Republika (11/7).

Akademisi dan mahasiswa STPP diakui Amran bisa membawa perubahan besar terhadap dunia pertanian, terutama dengan adanya ide baru dan penemuan-penemuan baru. “Itu yang bisa membawa perubahan di sektor pertanian, yang bisa membawa swasembada,” ujar Mentan.

STPP harus mengembangkan potensi pertanian sesuai dengan wilayahnya atau zonasi. Hal tersebut dilakukan agar hasil atau ide para mahasiswa dan peneliti dapat dimanfaatkan di daerah.

Untuk itu, kualitas seluruh dosen dan mahasiswa STPP harus ditingkatkan agar bisa bersaing, baik secara nasional maupun internasional. Kementan membawahi sembilan STPP, yakni STPP Medan (Sumatera Utara), STPP Bogor (Jawa Barat), STPP Magelang (Jawa Tengah), STPP Malang (Jawa Timur), dan STPP Gowa (Sulawesi Selatan). Dalam kesempatan tersebut Amran menegaskan, ide dan penemuan-penemuan baru akan mampu membuat pertanian tanah air mandiri. Contohnya, upaya penghentian impor alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menteri Amran mengaku telah menyampaikan kepada seluruh jajarannya di Kementerian untuk membuat alsintan. Saat ini, Indonesia telah membuat sendiri alat panen (combine harvester) dan alat tanam padi (rice transplanter). Ke depannya, ia berharap sumber daya manusia (SDM) tanah air mampu membuat sendiri alat panen jagung dan alat tanam jagung.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengungkapkan, Kementan akan bersinergi dengan perguruan tinggi yang ada seperti IPB, UGM, Unpad, Universitas Andalas, dan Unhas. “Kita libatkan semua. Kita harus bekerja sekarang,” paparnya.

Baca Juga:  Wujudkan Swasembada, Mentan Dorong Petani Tanam Kedelai Serentak
loading...
loading...